Berita

Komjen (Purn) Oegroseno/Net

Wawancara

WAWANCARA

Komjen (Purn) Oegroseno: Tugas Kami Mencegah APBD DKI Tidak Bocor, Penindakan Urusan Inspektorat

SELASA, 09 JANUARI 2018 | 09:11 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

RMOL.  Bekas Wakapolri ini masuk jajaran Komite Pencegahan Korupsi (KPK) DKI Jakarta. KPK DKI Jakarta adalah lembaga baru yang masuk dalam bagian Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangun (TGUPP) yang mengkhususkan diri dalam bidang pencegahan korupsi. Apa saja kewenangan, tugas dan fungsi utama KPK DKI Jakarta? Berikut penjelasan Jenderal (purn) Oegroseno;

Setelah KPK DKI Jakarta resmi dibentuk, banyak kalan­gan menilai tugas dan fungsi KPK DKI akan tumpang tin­dah dengan lembaga-lembaga pengawas yang ada di DKI. Tanggapan Anda?
Sebetulnya orang-orang yang berpikir seperti itu mereka salah paham. KPK DKI itu Komite Pencegahan Korupsi DKI, bukan Komisi Pemberantasan Korupsi DKI. Pencegahan dan pember­antasan itu sangat berbeda.

Bisa dijelaskan maksud­nya?

Bisa dijelaskan maksud­nya?
Jadi kami concern-nya hanya kepada pencegahannya. Kami kan menerima berbagai in­formasi dari masyarakat, dari LSM tentang suatu hal. Nah, informasi itu lalu kami pelajari, kami kaji. Setelah itu kami peta­kan di mana akar masalahannya, supaya bisa menjadi masukan guna mencegah kesalahan se­rupa terulang. Itu yang dimaksud dengan pencegahan.

Hasil kajiannya diberikan kemana?
Kepada gubernur dan wakil gu­bernur dong. Kami kan satuan tu­gas yang berada di bawah mereka. Jadi kami beri masukan kepada mereka, lalu mereka yang buat kebijakan penyelesaian masalah sekaligus pencegahannya.

Jika menemukan adanya pelanggaran, apakah KPK DKI bisa menindak oknum atau instansi yang melang­gar?
Tidak bisa, kami kan tidak punya kewenangan untuk itu. Kewenangan kami hanya mem­pelajari, mengkaji permasala­han yang ada, lalu menyerah­kan hasilnya kepada gubernur dan wakil gubernur. Untuk penindakannya kan nanti bisa dilakukan oleh inspektorat atau instansi lainnya. Laporan kami kepada gubernur dan wakil gubernur kan bisa diter­uskan kepada mereka setelah diterima.

Artinya KPK DKI sama sekali tidak punya kewenan­gan penindakan?

Memang enggak ada, un­dang-undangnya saja enggak ada. Kami itu tugasnya hanya mencegah supaya APBD DKI jangan sampai bocor, supaya APBD DKI bisa dimanfaatkan sepenuhnya buat masyarakat. Jadi kami itu berupaya nyela­matin uang itu.

Memang sejauh ini di mana saja terjadi kebocoran ang­garannya?
Kami belum tahu, kan kami dibentuk belum lama. Jadi seka­rang kami masih mengumpulkan bahan-bahan untuk dikaji. Beri kami waktu untuk mempelajari dulu. Nanti mungkin kami akan buka layanan pelaporan bagi masyarakat, supaya mereka bisa memberiman informasi supaya kami bisa mencegah.

Apa saja bahan yang sedang dikumpulkan?
Ya semua informasi, yang penting nanti semua sadar bah­wa korupsi sudah tidak ada lagi. Penggelapan-penggelapan jangan lagi, supaya kesejahter­aan pegawai bisa ditingkatkan, fasilitas umum bisa ditingkat­kan. Kan gitu.

Kenapa sih harus ada KPK DKI, memang instansi yang lain selama ini tidak bisa mencegah korupsi di DKI?
Mungkin bisa, tapi kan mungkin belum maksimal. Masih ada kekurangan. Jadi tugas kami nanti untuk menambal kekurangan itu. Pencegahan korupsi ini kan termasuk janji waktu beliau (Anies-Sandi) kampanye. Jadi sekarang direalisasikan dengan membentuk Tim Gubernur un­tuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), di mana salah satu­nya adalah kami.  ***

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Harga Daging Sapi Tembus Rp153 Ribu/Kg, Zulhas Buka Opsi Subsidi APBN-APBD

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:18

LPSK Beri Perlindungan kepada Ferry Hongkiriwang, Saksi Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:54

Urusan Gula Konsumsi Aman, Kementan Kini Bidik Target Gula Industri di 2028

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:45

Ahmed al-Sharaa Sambut Keputusan AS Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Teror

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Geng Haiti Bantai 40 Pengungsi yang Berlindung di Gereja

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Wajah Baru Jakarta, Wagub Rano Resmikan Jaksinema Pasar Rumput

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:29

BMKG Maksimalkan OMC di Kaltim Sepekan Ini untuk Tangani Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:19

Dugaan Setoran Importasi Blueray, KPK Cecar Dua PNS Bea Cukai

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:50

Kasus OTT Unsoed Bisa Saja Terjadi di Kampus Lain

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Perketat Imigrasi, Trump Bersiap Cabut 200 Ribu Visa WNA

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Selengkapnya