Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Ajak Anak Merokok, Tradisi Tahunan Di Desa Kecil Portugal Ini Jadi Sorotan

SENIN, 08 JANUARI 2018 | 13:51 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebuah desa di Portugal, Vale de Salgueiro memiliki tradisi tahunan yang menyita perhatian. Tradisi itu dikenal dengan nama perayaan Epiphany.

Perayaan ini tak jarang mengundang protes dan kecaman dari orang di luar desa karena dalam perayaan tersebut, orangua mendorong anak-anak mereka yang bahkan beberapa di antaranya masih berusia 5 tahun untuk merokok.

Penduduk setempat mengatakan bahwa praktik tersebut telah diwariskan selama berabad-abad sebagai bagian dari perayaan kehidupan yang terkait dengan Epiphany Kristen dan titik balik matahari musim dingin. Namun tidak jelas apa yang dilambangkan dari tradisi itu atau mengapa orang tua membeli bungkus rokok untuk anak-anak mereka dan mendorong mereka untuk ambil bagian.


Perayaan selama dua hari, yang dimulai pada hari Jumat dan berakhir Sabtu dengan Misa, termasuk kegiatan menari mengelilingi api unggun, merokok dan mendistribusikan banyak anggur dan makanan ringan.

Di Portugal sendiri, usia legal untuk membeli tembakau adalah 18 tahun, tapi tidak ada yang melarang orang tua memberi rokok kepada anak-anak dan pihak berwenang Portugal tidak melakukan intervensi untuk menghentikan praktik tersebut.

Jose Ribeirinha, seorang penulis yang telah menerbitkan sebuah buku tentang perayaan Vale de Salgueiro, mengatakan bahwa akar tradisi tersebut tidak diketahui, namun mungkin berkaitan dengan merayakan kelahiran kembali alam dan kehidupan manusia. Dia mengatakan bahwa desa tersebut berada di wilayah yang menganut banyak tradisi dan bahwa sejak zaman Romawi, selama periode titik balik matahari di musim dingin penduduk desa telah mengambil kebebasan untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan norma di masa depan. Demikian seperti dimuat The Guardian. [mel]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya