Berita

UNRWA/RT

Global

PM Israel: Badan PBB Untuk Pengungsi Palestina Harus Musnah

SENIN, 08 JANUARI 2018 | 12:51 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menginginkan sebuah badan PBB yang melayani pengungsi Palestina, UNRWA untuk "menghilang" karena dia menganggapnya sebagai ancaman atas kebaradaan Israel.

Netanyahu mendukung ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan pembayaran kepada UNRWA.

"Saya sepenuhnya setuju dengan kritik kuat Presiden Trump terhadap UNRWA," kata Netanyahu pada awal pertemuan kabinet akhir pekan kemarin.


"Saya memberikan saran sederhana, bahwa dana untuk UNRWA harus diserahkan secara bertahap kepada Komisaris Tinggi untuk Pengungsi PBB, dengan kriteria yang jelas untuk mendukung pengungsi nyata, dan bukan pengungsi fiktif, itulah yang terjadi hari ini di bawah UNRWA," sambungnya seperti dimuat Russia Today.

Bantuan kemanusiaan UNRWA diketahui memberikan layanan pendidikan, perawatan kesehatan, dan sosial kepada lima juta orang Palestina di Yordania, Lebanon, Suriah, Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. Pada tingkat simbolis, UNRWA memberikan harapan bahwa suatu hari nanti, orang-orang Palestina dapat kembali ke tanah mereka yang sekarang diduduki oleh Israel.

Netanyahu melihat adanya ancaman dalam prinsip 'hak untuk kembali' yang diberikan kepada lebih dari lima juta pengungsi Palestina yang terdaftar dan keturunan orang-orang yang melarikan diri dari tanah kelahiran mereka setelah eksodus tahun 1962 dan Perang Enam Hari 1967.

"Cucu-cucu pengungsi, yang bukan pengungsi, tapi yang dirawat oleh UNRWA," kata Netanyahu.

"Situasi absurd ini harus diakhiri," tegasnya.

Dia menambahkan bahwa UNRWA adalah organisasi yang mengabadikan masalah pengungsi Palestina.

"Ini juga melanggengkan narasi dari apa yang disebut 'hak kembali' dengan tujuan untuk menghapuskan Negara Israel, dan oleh karena itu UNRWA harus menghilang," tutup Netanyahu.

Juru bicara UNRWA menolak tuduhan Netanyahu, dengan mengatakan bahwa ini adalah sisi konflik yang menyebabkan masalah pengungsi, bukan agensinya.

"Ini perlu diselesaikan oleh para pihak dalam konflik dalam konteks perundingan damai, berdasarkan pada resolusi PBB dan hukum internasional, dan memerlukan keterlibatan aktif oleh masyarakat internasional," kata Chris Gunness.

"UNRWA diberi mandat oleh Majelis Umum untuk melanjutkan jasanya sampai solusi yang adil dan abadi ditemukan untuk pengungsi Palestina," tambahnya. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya