Berita

Mahathir Mohamad/The Guardian

Global

Mahathir Mohamad Jadi Pesaing Kuat Najib Razak Dalam Pemilu Malaysia Tahun Ini

SENIN, 08 JANUARI 2018 | 12:28 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Aliansi oposisi Malaysia menunjuk mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad sebagai kandidat perdana menteri untuk pemilihan umum tahun ini.

Dengan pemimpin oposisi paling populer di negara itu, Anwar Ibrahim, yang masih mendekam di penjara, Mahathir dipandang sebagai ancaman terbesar bagi PM Najib Razak dalam pemilu Agustus mendatang.

Namun sebuah survei independen, seperti dimuat The Guardian awal pekan ini, menunjukkan bahwa pihak oposisi akan sulit mengalahkan Najib, karena perpecahan di kamp mereka sendiri dan perubahan batas pemilihan yang tidak menguntungkan.


Menurut survei yang dilakukan oleh perusahaan pemungutan suara independen Merdeka Center pada bulan Desember lalu, oposisi pimpinan Mahathir tampaknya tidak mungkin menggulingkan koalisi Barisan Nasional (BN) yang berkuasa. Dalam survei ditemukan bahwa meskipun bagian BN dari pemungutan suara populer akan menyusut lebih jauh, namun akan kemungkinan dapat memperoleh kembali dua pertiga mayoritas di parlemen.

Setelah sempat berselisih di masa lalu, Mahathir kini sejalan dengan Anwar untuk merebut kekuasaan dari Najib dalam pemilu. Bila oposisi menang, maka aliansi oposisi dapat membuka jalan bagi Anwar untuk kembali dan mengambil alih jabatan sebagai perdana menteri.

Sekretaris Jenderal Saifuddin Abdullah dalam konvensi aliansi tersebut mengatakan bahwa jika oposisi menang maka akan adaproses untuk mendapatkan pengampunan kerajaan untuk Anwar sehingga dia bisa menjadi perdana menteri.

Istri Anwar Wan Azizah Wan Ismail akan menjadi kandidat koalisi untuk wakil perdana menteri. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya