Berita

Syaifulah Yusuf/Net

Wawancara

WAWANCARA

Syaifulah Yusuf: Saya Belum Berani Berspekulasi, Pengganti Mas Anas Harus Bisa Diterima Semua Pihak

SENIN, 08 JANUARI 2018 | 08:40 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Abdullah Azwar Anas, bakal calon pendampingnya di Pilkada Jawa Timur, akhirnya resmi mengundurkan dari pen­calonan. Bupati Banyuwangi itu resmi mengembalikan mandat penugasan PDIP untuk maju sebagai calon wakil gubernur Jawa Timur. Keputusan mundur Azwar Anas dilakukan melalui perenungan dan diputuskan setelah Salat Subuh, kemarin. Sebelumnya, foto-foto syur yang mirip dengan Anas dan seorang perempuan beredar di media sosial. Sontak kabar ini menjadi perbincangan, karena bisa mengubah peta pertarungan di Pilkada Jawa Timur.

Partai pengusung Syaifulah Yusuf-Azwar Anas pun kalang kabut. Pasalnya, waktu pendaf­taran sudah sangat dekat. Nama Walikota Surabaya Tri Risma Harini sempat dimunculkan, guna membuat Gubernur Jawa Timur itu bisa ikut bersaing. Berikut penuturan Gus Ipul terkait masalah itu.

Pembicaraan dengan Cak Imin apa aja Gus?
Cuma diskusi, diskusi kecil aja. Nanti kesini lagi. Ini mau ada perlu sebentar.

Cuma diskusi, diskusi kecil aja. Nanti kesini lagi. Ini mau ada perlu sebentar.

Ada pembahasan soal cawagub pengganti?

Enggak ada, enggak ada. Cuma diskusi-diskusi kecil aja kok.

Kalau tanggapan Gus Ipul terkait isu bagaimana?

Pertama itu adalah kabar yang menentukan dan tidak terduga. Kedua, tentu ini ada imbasnya terhadap saya, jadi waktu yang ada ini akan kami manfaatkan untuk mengambil langkah-langkah untuk menga­tasi masalahnya.

Kami akan berdiskusi den­gan PKB, dengan PDIP sambil menunggu hasil pendalaman terhadap isu-isu yang berkem­bang ini. Nanti jadinya seperti apa, kita tunggu keputusan PDIP, dan setelah itu kemudian kami sama-sama akan mendiskusikan bagaimana seandainya harus mancari cawagub yang baru. Kami harus lakukan pengkajian dulu, kira-kira sejalan enggak dengan rencana yang selama ini sudah kami siapkan.

Sebelum foto gambar syur itu beredar apakah sempat ada pembicaraan khusus Dengan Anas terkait keinginannya mau mundur dari pencalonan enggak sih?
Ya secara khusus belum, de­tailnya juga saya tidak tahu. Tapi beliau kirim pesan kepada saya, katanya ingin menyampaikan apa yang dipikirkan. Tapi saya belum sempat ketemu secara langsung. Jadi soal mundur alasannya apa, tentu yang pal­ing bisa menjelaskan itu adalah Mas Anas sendiri. Saya terus terang dalam kaitan ini tidak bisa menyampaikan komentar apa pun.

Apakah mungkin ada in­trik politik sehingga muncul masalah ini?

Ya bisa jadi. Saya yang jelas apa pun agenda di balik ini, ya itu berimbas kepada kami yang akan mendaftar beberapa hari ke depan ini. Saya pahami ini seba­gai proses politik yang semesti­nya tidak terjadi, tapi rupanya takdirnya seperti ini. Saya ingat pesan para ulama dan para kiai, agar kami tidak perlu suudzon, kami harus terima dengan ikhlas, tawakkal, dan tetap optimis dengan langkah-langkah yang sudah diambil selama ini. Jadi saya tidak mau berspekulasi, apakah ada sesuatu yang terjadi di baliknya.

Apakah masalah ini sampai mempengaruhi hubungan dengan PDIP dan partai pen­gusung lainnya?
Enggak. Hubungan kami se­cara informal terus berjalan, komunikasi termasuk dengan PKB juga jalan. Nanti tentu se­cara formal akan dibuka.

Sekarang apakah sudah ada calon pengganti Anas?
Saya belum berani berspeku­lasi, terus terang saya belum berani spekulasi. Waktu pendaf­taran tinggal 2-3 hari lagi. Jadi saya akan tunggu saja siapa nanti yang akan menjadi calon peng­gantinya. Apabila misalnya betul Mas Anas jadi diganti, yang jelas pengganti harus bisa diterima oleh semua pihak, termasuk pihak yang selama ini bersama-sama kami.

Apakah anda juga akan menemui Ketum PDIP guna membahas masalah ini?
Ya nanti kita lihat bagaimana-bagaimananya. Sekarang saya ke sini dulu (PKB-red), mau peretemuan dulu di sini.

Apakah sudah ada kriteria untuk penggantinya?
Kami memang dalam situasi yang seperti ini, tapi masih ada waktu. Jadi semoga bisa dalam kandidat yang ideal.

Kalau Risma bagaimana?
Saya tegaskan lagi, kami belum berani spekulasi. Yang pasti kami akan senang dan gembira kalau kemudian muncul cawagub yang punya elektabili­tas, popularitas, bisa bersinergi saling memperkuat.

Tapi bukankah Anda ser­ing berkomunikasi dengan Risma?
Tidak, belum ada komunikasi terkait hal ini sampai sekarang. Saya kira dalam situasi seperti ini harus siap dipasangkan den­gan siapa pun, termasuk yang tadi dimaksud ya.

Jadi kami senang sekali ka­lau ada cawagub yang saling melengkapi. Ini keadaan sudah mepet sekali.

Kira-kira Anas masih mung­kin enggak sih jadi cawagub Anda?
Ya kita lihat nanti saja. Ini kan belum ada keputusan dari partai. Nanti kita lihat bagaimana perkembangannya. Pokoknya secepatnya kami proses, dan kami ambil keputusan siapa yang akan jadi penggantinya.

Apakah Anda merasa ter­tekan dengan munculnya masalah ini?

Saya bilang, saya tidak bisa banyak berpendapat. Yang pasti saya, kami, terkena imbas dari isu ini. Tetapi saya pribadi tetap optimis. ***

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

UPDATE

Banjir, Macet, dan Kemiskinan di Jakarta Mendesak Dituntaskan

Senin, 23 Februari 2026 | 06:07

Jokowi Memang sudah Selesai, Tapi Masih Ada Gibran dan Kaesang

Senin, 23 Februari 2026 | 05:39

Tiga Waria Positif HIV Usai Terjaring Razia di Banda Aceh

Senin, 23 Februari 2026 | 05:28

Penakluk Raksasa

Senin, 23 Februari 2026 | 05:13

Kisah Tragis Utsman bin Affan: 40 Hari Pengepungan, Satu Mushaf Berdarah

Senin, 23 Februari 2026 | 04:26

Kebangkitan PPP Dimulai dari Jabar

Senin, 23 Februari 2026 | 04:10

Prabowo Tak Beruntung terkait Tarif Trump

Senin, 23 Februari 2026 | 04:05

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Tembok Ratapan Solo Jadi Potret Wajah Kekuasaan Jokowi yang Memudar

Senin, 23 Februari 2026 | 03:27

Persib Kokoh di Puncak Klasemen Usai Tekuk Persita 1-0

Senin, 23 Februari 2026 | 03:00

Selengkapnya