Berita

Foto/Net

Bisnis

Dirjen Pajak: Penerimaan Pajak 2017 Tumbuh 4,08 Persen

SABTU, 06 JANUARI 2018 | 06:45 WIB | LAPORAN:

Dirjen Pajak Robert Pakpahan menjelaskan realisasi penerimaan pajak sepanjang tahun 2017 telah menyentuh angka Rp1.151 triliun. Raihan ini setara dengan 89,7 persen dari target APBN-P sebesar Rp1.283,6 triliun.

Capaian penerimaan pajak ini, berasal dari pajak penghasilan (PPh) non migas Rp 596,89 triliun, pajak PPN dan PPnBM mencapai Rp 480,73. Selain itu dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) realisasinya Rp 16,77 triliun.

Untuk realisasi pajak PPh migas Rp 49,96 triliun serta penerimaan pajak lainnya yang mencapai Rp 6,75 triliun.


Menurutnya ada tiga sektor dalam PPh non migas yang berkontribusi paling besar terhadap penerimaan pajak. Sektor-sektor itu ialah industri pengolahan yang menyumbang sekitar 31,8 persen, sektor perdagangan 19,3 persen dan jasa keuangan 14,0 persen.

Untuk kontribusi terkecil terhadap penerimaan pajak yakni dari sektor pertanian yang hanya memberikan kontribusi 1,7 persen terhadap penerimaan pajak.

Menurut Robert, kecilnya porsi sektor pertanian terhadap penerimaan pajak lantaran banyak produk yang tidak dikenakan pajak.

"Pertanian tumbuh 27,6 di 2017, tapi memang perannya di penerimaan pajak cukup kecil 1,7 persen, ini menunjukkan produk pertanian itu sebagian besar banyak yang bebas kena pajak, PPN, yang sifatnya pertanian," ujar Robert kepada wartawan di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta Selatan, Jumat (5/1).

Lebih lanjut Robert menjelasakan secara umum total penerimaan pajak pada 2017 tumbuh hingga 4,08 persen dari tahun sebelumnya.

"Kalau kita lihat tahun lalu itu realisasi yang dikelola DJP itu Rp 1.105,97 triliun. Sehingga ada pertumbuhan 4,08 persen," tuturnya.

Ada pun tiga sektor yang berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yaitu industri pengolahan 22,0 persen, perdagangan 13,8 persen dan pertanian 13,8 persen.

"Ini menunjukkan ada banyak hal dari ide kepatuhan dan sebagian dari subjek fiteks," ujar Robert. [nes]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya