Berita

Foto: Kwarnas Gerakan Pramuka

Nusantara

Pramuka Masih Bertahan Bantu Pengungsi Gunung Agung

JUMAT, 05 JANUARI 2018 | 06:33 WIB | LAPORAN:

Sejak Gunung Agung dinyatakan berstatus awas sekitar empat bulan lalu, sampai saat ini Satgas Pramuka Peduli Bali masih bertahan membantu para pengungsi di kamp-kamp yang disediakan pemerintah. P

Demikian dikatakan Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka Urusan Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana (Abdimasgana) Eko Sulistio.
 
"Pramuka tidak pernah kehilangan peran. Sampai saat ini mereka masih bertahan, poskonya tidak pernah tutup, kita tetap melayani warga di kamp-kamp pengungsian dengan sukarela," ujar Eko.


Ada tiga posko yang didirikan Pramuka Peduli, yaitu Posko Utama Tanah Ampo, Sutasoma Gianyar, dan Bangli Kintamani. Selain membantu para pengungsi, di posko Pramuka Peduli juga disediakan dapur air. Pramuka setiap hari menyediakan makanan dan minuman siap saji.

"Di dapur air kita sediakan teh, kopi, air mineral, dan makanan siap saji untuk para pengungsi. Kita swasembada, gotong-royong untuk beli minuman dan makanan ringan. Ada juga bantuan dari luar," jelasnya.

Dalam suasana seperti ini, Eko yang ikut bersama mereka merasakan semangat volunterisme  Pramuka begitu terasa. Selama 24 jam, siang dan malam mereka bekerja secara bergantian untuk membantu sesama tanpa dibayar alias sukarela.

Bahkan, Pramuka sampai dipercaya oleh BNPB untuk mengelola Call Center. Mereka bertugas memberikan informasi kepada masyarakat melalui saluran telepon yang aktif selama 24 jam. Informasi yang dimaksud berkaitan dengan aktivitas Gunung Agung dan lain-lain.

"Tugas Pramuka di sini aktif memberikan informasi kepada masyarakat berkaitan dengan aktivitas Gunung Agung, lalu data jumlah penyintas (pengungsi), data ketersediaan logistik dan informasi cuaca, serta bandara udara," ujar Komang Ayu Sawitri Widiantari, satu dari 20 Pramuka yang mengemban tugas tersebut.

Menurutnya, Call Center ini sangat penting. Sebab, melalui media ini, pihaknya bisa memberikan informasi yang benar kepada masyarakat berkaitan dengan aktivitas Gunung Agung. Terlebih, Call Center memegang data resmi dari BNPB dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Berdasarkan informasi terakhir, Gunung Agung masih dinyatakan berbahaya, karena terus mengeluarkan abu vulkanik, dan aktivitas gempa juga masih dirasakan oleh warga. Sehingga PVMBG belum mencabut status Gunung Agung dari level awas. Ribuan warga masih bertahan di kamp-kamp pengungsian.

Meskipun demikian, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengurangi jarak wilayah berstatus awas di sekitar Gunung Agung, Karang Asem, Bali. PVMBG menurunkan batas radius aman untuk beraktifitas menjadi 6 kilometer (km) dari sebelumnya 8 hingga 10 km.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya