Berita

Rudy Darmawanto/Dok

Olahraga

Pemilihan Ketum KONI DKI Rawan Konflik Dan Cacat Hukum

KAMIS, 04 JANUARI 2018 | 08:49 WIB | LAPORAN:

Konflik di tubuh kepengurusan KONI DKI sejak sepekan ini kembali mencuat. Setelah sebelumnya, kepengurusan KONI DKI yang diketuai Dodi Amar dibatalkan sesuai keputusan Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI).

Dengan demikian, pertarungan merebut kursi Ketua Umum (Ketum) KONI DKI yang akan digelar oleh Team Careteker dalam waktu dekat ini diprediksi akan alot dan rawan konflik.

Sekretaris Umum Forum Cabor PengProv DKI Jakarta, Rudy Darmawanto mengatakan, adanya proses suksesi di tubuh KONI DKI Jakarta yang akan digelar oleh team Careteker bentukan KONI Pusat akan mengalami degradasi dan pelemahan secara organisasi.


"Adanya dugaan saling complain terhadap hasil kerja Careteker dan hasil Musorproflub KONI DKI Jakarta, pasti akan terjadi." Kata Rudy Darmawanto kepada wartawan lewat siatan persnya, Kamis (4/1).

Menurut Rudy, di dalam ketentuan AD/ART KONI Sudah diatur tentang sejumlah hal penentuan Musorproflub. Apalagi fungsi Careteker sudah jelas mengisi kevacuman pengurus dan melaksanakan Musorproflub.

"Tetapi melangkah ke sana harus berpedoman kepada ketentuan keorganisasian. Tidak bisa carateker membuat sendiri Pansel atau TPP untuk menjaring Candidate atau Bakal Calon (Balon) ketua umum," jelasnya.

Rudy menambahkan, Pansel atau TPP itu, dibentuk dalam keadaan normal di tentukan di dalam RAT.

Akan tetapi, karena keadaan KONI DKI Jakarta seperti ini harusnya careteker melakukan Rapat Pleno (yang) diperluas. Dalam hal ini mengundang KONI wilayah, Badan Fungsional dan seluruh Pimpinan Cabor untuk menentukan Pansel dan atau TPP. Sehingga secara organisasi memenuhi ketentuan, bersifat netral dan independen.

Bila hal itu tidak dilakukan, kata Rudy, pasti akan ada masalah. Artinya, sampai kapan pun akan menjadi masalah bagi Ketum dan pengurus KONI DKI yang baru.

"Jadi kasihan sama pengurus yang akan datang. Karena akan dihasilkan melalui mekanisme yang cacat organisasi atau bisa jadi menjadi cacat hukum. Niatnya baik, hendak mempersatukan. Tetapi caranya tidak tunduk kepada aturan organisasi," terang dia.

Bukan itu saja, menurut Rudy, Musorproflub KONI DKI Jakarta yang akan digelar (dipastikan) cacat organisasi. Rudy bahkan siap berdebat soal tata cara yang salah yang dilakukan oleh Careteker.

"Soal hukum organisasi saya siap berdebat dan membedah soal tata cara yang salah yang dilakukan oleh Careteker, kapan pun," tutupnya.[wid]


Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Jokowi Sangat Menghindari Pembuktian Ijazah di Pengadilan

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:59

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Paling Rumit kalau Ijazah Palsu Dipaksakan Asli

Jumat, 27 Februari 2026 | 02:00

UPDATE

Kasus Blueray Diduga Puncak Gunung Es Skandal Bea Cukai

Minggu, 01 Maret 2026 | 21:58

Atasi Masalah Sampah dan Parkir, Pansus Matangkan Raperda Pasar Rakyat ?

Minggu, 01 Maret 2026 | 21:57

Sekjen Gelora: Gugurnya Khamenei Peringatan Keras bagi Dunia

Minggu, 01 Maret 2026 | 21:07

Alarm Bagi Pekerja, Ini Daerah Rawan Telat Pembayaran THR

Minggu, 01 Maret 2026 | 20:57

9 Pendukung Iran Tewas Ditembak saat Menerobos Konsulat AS di Pakistan

Minggu, 01 Maret 2026 | 20:43

Para Petinggi PSI di Sumsel Loncat ke PDIP

Minggu, 01 Maret 2026 | 20:20

PKB Dukung Niat Baik Prabowo jadi Juru Damai Iran-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 19:54

AS Ikut Israel Serang Iran, Al Araf: Indonesia Seharusnya Mundur dari BoP

Minggu, 01 Maret 2026 | 19:19

Sukabumi Terjangkit 54 Kasus Demam Berdarah Sepanjang Januari 2026

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:59

KPK Ultimatum Salisa Asmoaji

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:33

Selengkapnya