Berita

Foto: Istimewa

Bisnis

Sektor Pangan Faktor Utama Menurunkan Jumlah Penduduk Miskin

RABU, 03 JANUARI 2018 | 17:44 WIB | LAPORAN:

Di tengah stagnasi pertumbuhan ekonomi tahun 2017 yang diperkirakan berada diangka 5.05 persen tidak jauh berbeda dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2016 sebesar 5.02 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan September 2017 mencapai 26,58 juta orang.

Angka kemiskinan ini menurun 1,19 juta orang dibandingkan dengan Maret 2017 yakni mencapai 27,77 juta orang. Sementara jika dibandingkan dengan September tahun sebelumnya, jumlah penduduk miskin menurun 1,18 juta orang.


Dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Prima Gandhi menilai  penurunan angka kemiskinan tersebut merupakan hasil dari kerja bersama pemerintah di tahun ke tiga pemerintahan Jokowi-JK.

Menurutnya, prestasi pemerintah yang menonjol dalam menurunkan angka kemiskinan yakni mampu menyediakan dan menstabilkan harga pangan strategis serta  meningkatkan kinerja ekspor hingga 17 persen per Januari-November 2017.

"Selama tahun 2017 hingga saat ini harga pangan pokok terutama beras stabil. Bahkan di saat cuaca ekstrim pun harganya masih stabil. Begitu harga cabai, daging ayam, gula, dan daging sapi masih stabil, walaupun naik wajar dan tidak lama,” terang Gandhi di Jakarta, Rabu (3/1).

Gandhi menguraikan terjaminya ketersediaan dan stabilnya harga pangan pokok tersebut, berdampak nyata terhadap rendahnya inflasi. Terbukti, data BPS menyebutkan inflasi pada periode Maret-September 2017 cukup rendah yakni 1,45 persen.

"Inflasi ini merupakan faktor yang signifikan terhadap angka kemiskinan. Ini menyangkut kemampuan masyarakat membeli atau mendapatkan pangan dan juga kebutuhan lainnya,” jelasnya.

Menurut Gandhi, penurunan angka kemiskinan khususnya di pedesaan juga karena besarnya bantuan gratis ke petani seperti benih, traktor, pompa air dan pupuk. Bantuan ini tentunya meringankan pengeluaran, namun justru menambah penghasilan petani.

"Artinya tingkat kesejahteraan masyarakat naik, makanya jumlah masyarakat miskin turun,” ujarnya.

Selain itu, penurunan angka kemiskinan juga disebabkan juga karena asupan gizi masyarakat khususnya di pedesaan terpenuhi. Hal ini selain karena tersedianya pangan yang beragam, juga pemerintah telah menjalan Program Kampung Keluarga Berencana.

"Program ini berperan penting dalam memberikan edukasi gizi sehingga bayi yang dilahirkan sehat dan menekan tingkat kematian ibu melahirkan. Sebab jika bayi dan ibu hami tidak sehat, tentu berdampak ke pengeluaran dan pendapatan yang minim sehingga kemiskinan terus tumbuh di masyarakat,” sebut Gandhi.

Untuk diketahui, data BPS menyebutkan selama periode Maret 2017–September 2017, jumlah penduduk miskin di perdesaan turun sebanyak 786,95 ribu orang  yakni dari 17,10 juta orang pada Maret 2017 menjadi 16,31 juta orang pada September 2017. Sementara persentase penduduk miskin di perdesaan pada Maret 2017 sebesar 13,93 persen turun menjadi 13,47 persen pada September 2017. [sam]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya