Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Sudah Dikasih Kelola Mahakam, Pertamina Awas Ya Kalau Rugi!

SELASA, 02 JANUARI 2018 | 16:03 WIB | LAPORAN:

Program BBM satu harga di seluruh Indonesia harus tetap berlanjut. Pertamina diminta jangan mengeluh.

"Tantangan buat Pertamina tidak hanya faktor eksternal. Harus dilihat secara internal juga, apakah tata kelola sudah rapi, pareto kontribusi efisiensi terhadap keuntungan balancingnya bagaimana. Karena di era dirut sebelumnya, berhasil genjot efisiensi,” jelas Aktivis Rumah Gerakan 98 Sulaiman Haikal dalam rilis tertulisnya, Selasa (2/1).

Menurut dia, untuk jangka pendek ini Pertamina harus membuktikan bahwa produksi Blok Mahakam meningkat dan cost per MMbtu menjadi turun.


"Jika ke dua hal tersebut tidak tercapai agak sulit Pertamina mendapatkan Blok Rokan," ujarnya.

Blok Rokan akan habis kontraknya pada tahun 2021. Menurut Haikal, BUMN Migas ini harus mempersiapkan sumber dayanya sedini mungkin jika ingin mengelola Blok Rokan.

Haikal menjelaskan, pengelolaan penuh Blok Mahakam oleh Pertamina merupakan kompensasi pemerintah atas biaya BBM satu harga.

"Juga kompensasi atas kehilangan pendapatan karena harga premium & bio solar tidak mengalami perubahan hingga April tahun ini," tambah mantan ketua PIJAR ini.

Selain blok Mahakam, Pertamina juga mendapatkan aset dari enam blok migas yang kontraknya habis 2018. Adapun blok migas yang akan dikelola Pertamina tahun 2018 adalah blok Sanga-Sanga yang dioperatori Virginia Indonesia Co LLC, blok South East Sumatera yang dioperatori CNOOC SES Ltd, blok Tengah oleh Total E&P Indonesie, blok East Kalimantan yang dioperatori Chevron Indonesia Company, dan blok Attaka yang sebelumnya dioperatori Inpex Corporation.

Sementara itu, tiga blok lain yang terdiri dari blok North Sumatera Offshore (NSO) dan dua blok berbentuk Joint Operating Body (JOB) Tuban dan Ogan Komering sebelumnya sudah dikerjakan oleh Pertamina.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya