Berita

Joko Widodo dan Jusuf Kalla/Net

Bisnis

Tiga Tahun Berkuasa, Target Pertumbuhan Ekonomi Jokowi-JK Hanya Mimpi Di Siang Bolong

SELASA, 02 JANUARI 2018 | 13:39 WIB | LAPORAN:

Presiden Jokowi sepertinya harus kembali mengevaluasi kinerja para menterinya. Pasalnya, dalam tiga tahun kepemimpinan Jokowi-JK target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah tidak pernah tercapai.

"Paket kebijakan ekonomi yang berjilid-jilid terbukti tidak mampu mengangkat perekonomian nasional, dengan rentan waktu 3 tahun seharusnya memberi dampak yang signifikan atas hasil kinerja pemerintah. Sebaliknya kegagalan ini mengindikasikan ada permasalahan serius di tubuh pemerintah jika tidak segera dilakukan perubahan beban utang pemerintah yang semakin menggunung akan menjadi ancaman serius bagi Indonesia," tutur Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman kepada redaksi, Selasa (2/1).

Menurut Jajat, sejak awal pemerintahan Jokowi-JK sesumbar akan mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen dan melebihi pertumbuhan ekonomi era SBY, namun pada kenyataannya jauh panggang daripada api.


Dengan daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah yang cenderung menurun dapat disimpulkan kinerja pemerintahan Jokowi-Jk hanya menguntungkan kaum elit yang terbukti tidak terpengaruh dengan pencapaian hasil kinerja pemerintah.

"Salah satu faktor pertumbuhan ekonomi adalah faktor sosial dan politik, mengingat tahun 2018 sudah merupakan tahun politik dengan adanya Pilkada serentak dan dimulainya tahapan Pemilu 2019, tanpa adanya perbaikan dalam sektor ekonomi saya kira akan sulit bagi Jokowi untuk mempertahankan kekuasaannya, dan target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen hanya mimpi di siang bolong," tutup Jajat.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya