Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) perlu mendukung Ridwan Kamil dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat 2018. Sebab, saat ini hanya Wali Kota Bandung itu yang memiliki elektabilitas tinggi ketimbang kandidat lain.
Begitu dikatakan pengamat politik Airlangga Pribadi dalam perbincangan, Sabtu (30/12).
"Selama ini kan Ridwan Kamil sebagai tokoh populer terutama di wilayah urban di Jawa Barat," sambungnya.
Pengamat dari Universitas Airlangga ini menjelaskan, elektabilitas tersebut bisa menjadi pertimbangan partai banteng. Dukungan juga mau tidak mau harus diberikan agar PDIP bisa memperoleh kemenangan di Jawa Barat.
"Iya saya pikir begitu (memberikan kemenangan ke calon lain), jadi itu saya pikir harus jadi satu pertimbangan bagi PDIP (dukung Ridwan Kamil)," katanya.
Terlepas dari itu, jika Ridwan Kamil dan PDIP resmi saling mendukung maka akan tercipta simbiosis mutualisme. Di mana, Ridwan Kamil memiliki elektabilitas tinggi, sedangkan PDIP punya 20 kursi di DPRD Jawa Barat.
"Sehingga wajar apabila PDIP menggandeng tokoh populer (Ridwan Kamil) di Jawa Barat," lanjutnya.
Ia mengingatkan, PDIP pernah kalah di pilkada, termasuk Pilgub Jakarta. "Oleh karena itu PDIP harus mencari calon yang berpotensi menang, seperti Ridwan Kamil. Sehingga, PDIP akan mendapatkan keuntungan juga di Pilpres 2019," jelasnya.
"Karena untuk politik 2019, PDIP ini akan memiliki porsi tawar politik yang signifikan."
Nah, apabila PDIP tidak mendukung Ridwan Kamil maka akan ada kerugian yang didapatkan. PDIP sama saja kehilangan suara dalam pilpres di Jawa Barat.
"Jadi usung Ridwan Kamil PDIP ini akan mendapatkan political reward," demikian Airlangga.
[dem]