Berita

Net

Nusantara

PILGUB JABAR

PDIP Untung Kalau Dukung Ridwan Kamil

SABTU, 30 DESEMBER 2017 | 19:21 WIB | LAPORAN:

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) perlu mendukung Ridwan Kamil dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat 2018. Sebab, saat ini hanya Wali Kota Bandung itu yang memiliki elektabilitas tinggi ketimbang kandidat lain.

Begitu dikatakan pengamat politik Airlangga Pribadi dalam perbincangan, Sabtu (30/12).

"Selama ini kan Ridwan Kamil sebagai tokoh populer terutama di wilayah urban di Jawa Barat," sambungnya.


Pengamat dari Universitas Airlangga ini menjelaskan, elektabilitas tersebut bisa menjadi pertimbangan partai banteng. Dukungan juga mau tidak mau harus diberikan agar PDIP bisa memperoleh kemenangan di Jawa Barat.

"Iya saya pikir begitu (memberikan kemenangan ke calon lain), jadi itu saya pikir harus jadi satu pertimbangan bagi PDIP (dukung Ridwan Kamil)," katanya.

Terlepas dari itu, jika Ridwan Kamil dan PDIP resmi saling mendukung maka akan tercipta simbiosis mutualisme. Di mana, Ridwan Kamil memiliki elektabilitas tinggi, sedangkan PDIP punya 20 kursi di DPRD Jawa Barat.

"Sehingga wajar apabila PDIP menggandeng tokoh populer (Ridwan Kamil) di Jawa Barat," lanjutnya.

Ia mengingatkan, PDIP pernah kalah di pilkada, termasuk Pilgub Jakarta. "Oleh karena itu PDIP harus mencari calon yang berpotensi menang, seperti Ridwan Kamil. Sehingga, PDIP akan mendapatkan keuntungan juga di Pilpres 2019," jelasnya.

"Karena untuk politik 2019, PDIP ini akan memiliki porsi tawar politik yang signifikan."

Nah, apabila PDIP tidak mendukung Ridwan Kamil maka akan ada kerugian yang didapatkan. PDIP sama saja kehilangan suara dalam pilpres di Jawa Barat.

"Jadi usung Ridwan Kamil PDIP ini akan mendapatkan political reward," demikian Airlangga.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya