Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Apersi Bangun 129 Ribu Rumah Subsidi Sepanjang Tahun 2017

SABTU, 30 DESEMBER 2017 | 17:25 WIB | LAPORAN:

Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) mencatat sepanjang tahun 2017 telah membangun 129 ribu unit rumah subsidi.

Ketua Umum DPP Apersi, Junaidi Abdillah menilai market untuk pasar rumah subsidi atau MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) terus positif. Tak ayal pihaknya telah merealisasikan 129.076 unit rumah sampai awal Desember 2017.

"Untuk seluruh Indonesia tahun ini Apersi sudah merealisasikan 129 ribu unit rumah, itu pun baru sementara. Bahkan bisa 130 ribu kalau data anggota daerah sudah menyusul semuanya," kata Junaidi melalui keterangannya di Jakarta.


Jumlah 129 ribuan unit tersebut dibangun oleh Apersi tersebar di 27 Kabupaten/Kota. Kontribusi terbesar terdapat dari wilayah Jawa Barat sebanyak 46.438 unit rumah. Lalu kedua dari wilayah Kalimantan Selatan yakni sebanyak 15.356 unit. Terbanyak ketiga dari DKI Jakarta yakni 8.058 unit.

Dia menyebut program sejuta rumah juga telah diperluas oleh Apersi ke wilayah Papua.

"Untuk Papua Barat masih kecil ya sekitar 150an," paparnya.

Apersi, lanjut Junaidi, juga menargetkan membangun 150 ribu unit rumah pada tahun 2018.

"Semuanya masih untuk menengah ke bawah makanya kita lebih dekat dengan program sejuta rumah dari Presiden Joko Widodo," terangnya.

Junaidi mengaku tren bisnis rumah subsidi memang lebih cepat laris ketimbang rumah kelas atas. Apalagi tahun 2016 dan 2017 bisnis rumah mewah mengalami penurunan daya beli yang fatal.

"Kami berharap agar pengembang besar yang sudah memiliki segmen pasar kelas atas jangan ikut bermain di segmen rumah subsidi atau MBR," katanya.

Bendahara Umum Apersi, Surya Chandra menuturkan bahwa pihaknya sejak awal berdiri hanya fokus pada masyarakat kecil. Dengan masuknya pengembang rumah mewah ke dalam segmentasi rumah murah bersubsidi otomatis akan mengganggu bisnis.

"Jika pemain yang fokus kelas atas ikut bermain di segmen rumah subsidi jelas akan merusak pasar," katanya.

Surya menegaskan, bahwa organisasi yang hanya fokus terhadap pembangunan rumah untuk masyarakat kecil hanya Apersi. Makanya pengembang yang bergabung juga bukan pengembang raksasa.

"Organisasi ini berdiri dengan pengembang yang mau membangun untuk menengah ke bawah dan kita organisasi yang satu-satunya yang fokus membangun rumah sederhana," jelasnya.

Dia juga mewanti-wanti masyarakat agar waspada jangan sampai niat membeli rumah subsidi berharga murah malah membeli harga tinggi.

"Biasanya kejadian ada pengembang besar yang mengatasnamakan rumah  masyarakat MBR nah itu perlu diwaspadai," imbaunya.

Cara membedakannya dari harga jual kalau ada penambahan mutu atau lainnya itu kemungkinan besar bukan rumah subsidi.

Tapi lebih jelasnya lagi dari sisi harga standar. Seperti harga tahun 2017 dimana harga standar rumah MBR tertinggi dijual Rp 150 juta, jika ada yang menjual di atas harga itu maka rumah tersebut tergolong bukan rumah subsidi.

"Harga rumah FLPP memiliki batasan harga jual itu di tetapkan berdasarkan zonasi di bawah Rp 150 juta di tahun 2017 lalu tipe bangunan itu juga umumnya tipe 36," terangnya. "Tapi ada juga yang sama-sama tipe 36 tapi ada juga yang rumah komersil."

Untuk tahun 2018 harga rumah MBR akan dipatok tidak boleh lebih dari Rp 151 juta.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya