Berita

Hukum

2017, Polda Jabar Selamatkan Uang Negara Rp 14 Miliar

JUMAT, 29 DESEMBER 2017 | 21:28 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Polda Jawa Barat berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp 14 miliar dari 43 kasus korupsi yang ditangani sepanjang 2017.

Jumlah uang negara yang berhasil diselamatkan oleh Polda Jawa Barat  pada tahun 2017 naik sebesar Rp 14.169.294.938 ketimbang pada tahun 2016 yang hanya berjumlah Rp 281.724.500.

"Jumlah itu berdasarkan audit dari BPK (Badan Pemeriksaan Keuangan)," kata Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (29/12).


Lebih lanjut, kata Agung, sepanjang 2017 juga terjadi peningkatan dalam jumlah penangangan jumlah perkara. Dari 33 kasus di 2016 naik 10 kasus di tahun 2017.

"Jumlah tersangka kasus korupsi juga meningkat dari 29 di tahun 2016 menjadi 65 orang di 2017," jelas Agung.
 
Adapun perkara korupsi yang ditangani  Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Jabar antara lain kasus pungli Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Kabupaten Bogor dan kasus pungli di Imigrasi Kota Sukabumi.

"Rata-rata semuanya diproses. Tahun ini dari 43 perkara korupsi, 31 di antaranya diselesaikan dan sisanya masih tahap proses," katanya.

Penyandang bintang dua ini berpandangan untuk penuntasan kasus korupsi bukan semudah membalikan telapak tangan, artinya diperlukan adanya bukti-bukti yang kuat untuk menjerat dan menahan pelaku korupsi.

"Kita seperti kebijakan KPK. Tentukan tersangka dahulu, lalu berkasnya dilengkapi, tersangka ditahan kemudian maju (proses hukum). Kalau tidak seperti itu, nantinya kita tunggu audit BPK lama setelah 120 hari ditahan bebas hukum," pungksanya.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Selamatkan Aset Negara, UIN Jakarta Jalankan Integrasi SMA/SMK Triguna

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:16

KPK Sita Uang Rp1 Miliar Lebih dan Puluhan Kg Platinum Hasil Korupsi Bupati Langkat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:00

UI Angkat Bicara soal Kajian LGBT Mahasiswa, Begini Tanggapannya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:48

Kronologi OTT Bupati Langkat, Mantan Anggota DPRD Sumut jadi Kurir Uang Suap

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:32

Badko HMI Sulbar Siap Kawal Kasus Kapolres Pasangkayu

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:16

Bupati Langkat juga Terima Cuan Jual Beli Jabatan Camat hingga Kepsek, Segini Nilainya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:56

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Serap Lulusan Sekolah Rakyat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:37

Bupati Langkat Diduga Minta Fee 17 Persen ke Timses Usai Raup Proyek Rp10,2 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:12

Arief Poyuono Apresiasi Danantara Gandeng KPK Bersih-bersih BUMN

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:03

Bupati Langkat Syah Afandin dan Tim Sukses Tersandung Kasus Suap

Jumat, 03 Juli 2026 | 23:48

Selengkapnya