Berita

Laode/RMOL

Hukum

Ini Bocoran Tersangka Baru Korupsi KTP-el Dari KPK

JUMAT, 29 DESEMBER 2017 | 20:49 WIB | LAPORAN:

Dalam waktu dekat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menetapkan tersangka baru terkait kasus pengadaan KTP Elektronik (KTP-el) dari klaster swasta.

Wakil Ketua KPK, Syarif Laode menegaskan bahwa proses penyelidikan terhadap kasus pengadaan KTP-el masih berjalan.

"Saya belun bisa konfirmasi tentang penyidikan E-KTP, tapi proses penyelidikan yang berhubungan dengan E-KTP sedang berlanjut," ujarnya saat ditemui di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (29/12).


Laode menekankan, saat ini pihaknya terus mendalami penyelidikan di dua klaster yaitu swasta dan negara.

"Dua-duanya. Ada swasta dan negara tapi ini berlanjut seperti saya sudah katakan berkali-kali bahwa kasus E-KTP bukan lari jarak dekat tapi marathon, masih banyak," lanjutnya.

Namun, Laode mengakui, dari dua klaster itu, tersangka baru akan didapatkan dari klaster swasta.

"Sebagai hadiah ultah mungkin dari pihak swasta," tukasnya.

Saat ini KPK sudah menyeret beberapa nama terkait kasus KTP berbasis eletronik tersebut yaitu Irman dan Sugiharto, Andi Agustinus (Andi Narogong), Markus Nari, Anang Sugiana Sudihardjo, dan Setya Novanto. [san]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya