Berita

Bisnis

Mandiri Dukung 11 Bank Terbitkan Uang Elektronik

KAMIS, 28 DESEMBER 2017 | 17:32 WIB

Bank Mandiri bekerjasama dengan 11 bank nasional menerbitkan uang elektronik. Penerbitan uang elektronik dengan skema co-branding dan white label ini bertujuan untuk memperluas implementasi Gerakan Nasional Non Tunai di Indonesia.

Penerbitan uang elektronik white label dilakukan dengan Bank CIMB Niaga, Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat (BJB), Bank Panin, Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN),dan Bank Permata. Sedangkan skema co-branding dengan Bank Mayapada, Bank DBS Indonesia, Bank KEB Hana Indonesia, Bank OCBC NISP dan Bank Agris.

Menurut Direktur Distributions Bank Mandiri Hery Gunardi, melalui kerjasama white label, bank mitra dapat menerbitkan kartu prabayar dengan memanfaatkan sistem Bank Mandiri dan mengembangkan bisnis baru. Sementara pada kerjasama co-branding, bank mitra dapat memasarkan uang elektronik prabayar dengan platform E-Money Bank Mandiri.


"Sinergi dengan 11 bank nasional ini diharapkan mampu mengakselerasi gerakan nasional non tunai sehingga masyarakat semakin sering dan terbiasa bertransaksi non-tunai. Mandiri juga aktif menggandeng lembaga negara dan sinergi BUMN untuk menerbitkan e-money," kata Hery.

Hingga November 2017, nilai transaksi yang telah dibukukan nasabah dengan uang elektronik Mandiri  e-money mencapai Rp 5,45 Triliun, dimana 70% lebih ditransaksikan di gerbang tol di seluruh Indonesia. Nominal transaksi tersebut tumbuh 62 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Adapun, jumlah merchant yang dapat menerima transaksi uang elektronik mandiri e-money sebanyak 946 merchant dengan jumlah lokasi transaksi sebanyak 52,826 outlet. Selain itu dukungan merchant top up Mandiri e-Money dapat dilakukan  di 60,097 lokasi top up yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan komposisi top up terbesar dilakukan di minimarket sebesar 67 persen, ATM 25 persen, dan di cabang Bank Mandiri sebesar 6 persen.
 
Selain co-branding, Bank Mandiri juga memiliki program e-money desain khusus untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat pada uang elektronik, seperti penerbitan edisi Asian Games 2018 dan Justice League.

Direktur Retail Banking PermataBank Bianto Surodjo mengatakan, melalui kerjasama yang inovatif ini, PermataBank akan segera menjadi bank penerbit uang elektronik guna mendukung Gerakan Non Tunai yang dicanangkan pemerintah.

”Kami senang dapat bersinergi dengan Bank Mandiri dan bank-bank lainnya dalam menerbitkan uang elektronik ini. Kami mendukung sinergi ini karena sejalan dengan arah pengembangan bisnis kami yang mengedepankan kemudahan transaksi dan efisiensi. Dengan uang elektronik ini, nasabah kami memiliki akses transaksi yang lebih luas, efisien dan aman,” ujar Bianto.[***]


 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya