Berita

Super Tucano A-29/Reuters

Global

Sempat Dibekukan Obama, AS Kini Lanjutkan Penjualan 12 Pesawat Tempur Ke Nigeria

KAMIS, 28 DESEMBER 2017 | 18:46 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat secara resmi telah sepakat untuk menjual 12 pesawat dan senjata Super Tucano A-29 ke Nigeria.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Angkatan Udara negara di Afrika Barat tersebut pekan ini. Langkah ini merupakan bentuk kembangkitan baru setelah dibekukan di masa pemerintahan Barack Obama.

Dimuat Reuters, keputusan Obama itu diambil setelah Angkatan Udara Nigeria mengebom sebuah kamp pengungsi pada bulan Januari.


Namun penggantinya, Donald Trump memutuskan untuk terus melanjutkan transaksi untuk mendukung upaya Nigeria memerangi militan Boko Haram dan untuk meningkatkan kerjasama pertahanan dengan Amerika Serikat.

Menurut keterangan yang dirilis Angkatan Udara Nigeria, Duta Besar Amerika Serikat untuk Nigeria mengajukan surat penawaran dan penerimaan ke Angkatan Udara Nigeria pekan ini.

Dikatakan bahwa Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah menyetujui perjanjian penjualan dan akhir akan ditandatangani dan pembayaran yang diperlukan dilakukan sebelum 20 Februari.

Belum ada keterangan yang dirilis dari pihak Amerika Serikat terkait hal ini.

Namun perwakilan pemerintah Amerika Serikat dan pejabat Angkatan Udara Nigeria dijadwalkan untuk bertemu awal Januari mendatang untuk membahas pengiriman pesawat awal setelah pembayaran dilakukan.

Penjualan 12 pesawat, dengan senjata dan jasa, bernilai 593 juta dolar AS serta mencakup ribuan bom dan roket. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya