Berita

Foto/Net

Nusantara

Geng Motor Meresahkan Lagi, Bagaimana Ini Jenderal Tito...

Toko Pakaian Di Depok Dijarah
RABU, 27 DESEMBER 2017 | 08:40 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Aksi brutal geng motor kembali terjadi menjelang pergantian tahun. Di wilayah Depok, Jawa Barat, sebuah toko paka­ian dirampok puluhan anggota geng motor yang membawa senjata tajam. Sampai kapan aksi brutal geng motor ini terus terjadi?

Peristiwa perampokan tersebut terjadi pada Sabtu (24/12) malam, di saat aparat kepolisian sedang fokus pada pengamanan Natal. Aksi brutal geng motor ini viral melalui rekaman CCTV yang tersebar di media sosial.

Aksi yang menimbulkan kerugian kepada pedagang tersebut sudah berhasil diamankan di Mapolres Depok. Kapolresta Depok AKBP Didik Sugiarto yang mengungkapkan, kelompok geng motor yang menjarah sebuah toko pakaian di Depok men­cari korban secara acak.


"Dari aksi yang dijalankan sejauh ini, kami melihat bahwa mereka (geng motor) mencari sasaran secara random," ucap AKBP Didik.

Geng motor tersebut dalam melakukan aksinya juga mencari tempat sasaran yang jauh dari keramaian. Biasanya aksi yang dilakukan pada waktu larut malam hingga dini hari.

"Saat mereka konvoi, sasaran yang potensial dicari yang sepi dan memungkinkan untuk diambil propertinya, maka akan dijadikan sasaran," tambahnya.

Kejadian ini membuat kaget warga dunia maya. Apalagi sejak beberapa bulan ini, aksi brutal geng motor yang sempat marak nyaris tidak pernah terdengar lagi, khusus­nya di wilayah Jabodetabek.

"Lama nggak dengar sekarang bikin onar lagi. Masa nggak bisa sikat itu geng motor? Udah mau ganti tahun juga," kicau akun @ SuwardiNabila12.

"Isu lama yang tak kunjung usai. Kita selalu menunggu korban yang parah baru mulai tegas. Tidak sulit bagi aparat jika benar-benar mau tegas," sindir akun @awESagANi. "Mampukah hukum membuat efek jera kepada geng motor yang mere­sahkan masyarakat?" timpal akun @hoesni_ali.

"Geng motor adalah penyakit lama bangsa Indonesia! #mintadi­adzab #pikiranpendek #generasian­cur," cuit akun @dhitazian.

"Tindak tegas semua geng motor sebelum semuanya terlambat. Di daerah-daerah fenomena ini sudah marak. Cc. Pak Presiden @jokowi @PolhukamRI@DivHumasPolri," kata akun @Jams_ahmad. "Masih musimkah," sambung akun @ni­noskamilanos.

"Sekumpulan geng motor marak yang marak dibicarakan kembali be­raksi, diharapkan para warga sekitar daerah tempat kejadian lebih was­pada," kritik akun @saga_staff.

"Aksi teror geng motor, marak tawuran antar pelajar, kasus perko­saan, bunuh diri. Gejala apa ini? #ne­griku," cuit akun @WilsonPatrick.

"Fenomena "Geng Motor" kini kembali marak bak jamur di musim penghujan. Ironisnya, keberadaan mereka (lagi-lagi)..." tutur akun @ mitrafmpwt.

"Adanya keresahan di tengah-tengah masyarakat. Terkait adanya geng motor yang sedang marak mengganggu kenyamanan di jalan raya," ujar akun @HasbiJunaedi.

"Emang Depok dah paling luar biasa, dulu disebutnya kota begal, sekarang lagi marak geng motor hhh­hhhh," tutur akin @etherealbeauty.

"Semakin menjadi-jadi aja tuh ulah para genk motor. Aparat polisi harus bertindak tegas kalau bisa berpatroli 24 jam di kota-kota yang rawan para genk motor. Udah mau ganti tahun masih ada aja aksi brutal geng motor," kata akun @ CapunkDunk.

Polisi telah menangkap 26 orang dan menetapkan delapan tersangka dari aksi penjarahan pada Minggu (24/12) dini hari. Para pelaku teran­cam Pasal 365 KUHP dan atau 368 KUHP tentang pencurian dan kek­erasan dengan hukuman penjara di atas lima tahun.

Pelaku yang telah diamankan oleh kepolisian rata-rata berusia 18 tahun. Walaupun begitu, warganet meminta aparat tetap menjalankan hukuman kepada para pelaku karena perbuatannya yang telah merugikan banyak pihak.

Geng motor ini harus diberantas jangan ada lagi geng motor di bumi ini...."kalaupun ada hanya klub mo­tor yang kreatif," ujar akun @ Rosyid30633356.

"Hukum yang tegas, dan suruh gantirugi para korbannya. Kasihan orang jualan kena mulu," kata akun @yemenicoious.

"Masa mau dibiarkan yang begin­ian, harus dihukum berat," ujar akun @HendrikMoniaga.

"Potong sepuluh jarinya itu huku­man yang pantas bagi mereka..," tambah akun @SentanaSahim.

"Penjarakan semua nggak usah lihat usia berapa, panggil ortunya dan tampilkan di muka umum," usul akun @rio_ajisoko.

"Astaghfirullah... bocah-bocah gini harusnya sekalian dihukum kerja sosial. Nggak cukup seminggu sebulan. Setahun sekalian. Bersihin taman kota, gosok wc umum, bersi­hin panti jompo dll," sesal akun @ RedsVendetta.

"Prihatin anak zaman now. Kasihan orang tuanya. Pasti malu karena perbuatan anaknya itu," sahut akun @ninks_ary. ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya