Berita

Arrmanatha Nasir/Net

Wawancara

WAWANCARA

Arrmanatha Nasir: Tidak Pernah Ada Pertimbangan Indonesia Memutus Hubungan Diplomatik Dengan AS

JUMAT, 22 DESEMBER 2017 | 10:41 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Masalah penetapan Yarusalem sebagai ibukota Israel oleh Presiden AS, Donald Trump kian memanas. Pasalnya, res­olusi yang mau diajukan ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah diveto Amerika.

Seperti diketahui, Amerika bersama Rusia, China, Inggris dan Prancis merupakan negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Ini berarti, resolusi tidak dapat lolos jika salah satu neg­ara menggunakan hak vetonya. Lantas bagaimana langkah se­lanjutnya? Apa yang bisa di­lakukan Indonesia dan negara anggota PBB lainnya terkait hal ini? Berikut penuturan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir;

Setelah Amerika memveto keputusan Dewan Keamanan PBB apa langkah selanjutnya yang akan diambil oleh Dewan Keamanan PBB?
Jika Dewan Kemanan PBB tidak bisa memutuskan secara bulat suatu isu terkait masalah keamanan internasional, maka hal itu bisa dibahas di sidang Majelis Umum PBB. Lantaran beberapa hari lalu Dewan Keamanan PBB gagal maka akan dibahas di Majelis Umum PBB. Setelah itu baru ada resolusi.

Jika Dewan Kemanan PBB tidak bisa memutuskan secara bulat suatu isu terkait masalah keamanan internasional, maka hal itu bisa dibahas di sidang Majelis Umum PBB. Lantaran beberapa hari lalu Dewan Keamanan PBB gagal maka akan dibahas di Majelis Umum PBB. Setelah itu baru ada resolusi.

Kapan rencananya sidang Majelis Umum PBB diseleng­garakan?

Hari ini (21/12) ada sidang pembahasan Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat terkait resolusi Palestina khususnya polemik Yerusalem.

Lantas apakah isu pemba­hasannya sama dengan yang dibahas Dewan Kemanan PBB?

Kalau kita lihat rencana yang akan disampaikan dewan keamanan PBB akan kembali disampaikan pada sidang Majelis Umum PBB hari ini. Jika melihat beberapa hari lalu di sidang Dewan Keamanan PBB dari 15 anggota, 14 mendukung dan hanya satu yang tidak men­dukung yaitu Amerika Serikat dan kebetulan Amerika juga yang memveto. Dari sinilah kita melihat ada dukungan bulat un­tuk resolusi Palestina.

Artinya tetap ada harapan dari sidang Majelis Umum PBB?
Tentunya terdapat seuntai harapan di Majelis Umum PBB untuk menguatkan status Yerusalem. Hal itu merupakan keputusan yang sangat kuat apa­bila ada sebagian besar, bahkan 90 persen lebih negara ang­gota PBB mendukung resolusi Palestina. Pernyataan politis bahwa masyarakat internasional menolak klaim sepihak yang di­lakukan oleh Amerika Serikat.

Tapi di sidang Majelis Umum PBB tetap ada voting?
Biasanya resolusinya bisa menggunakan voting. Terlebih apabila ada negara yang tidak bisa diambil secara konsensus tentunya akan ada voting.

Langkah Indonesia sendiri di sidang Majelis Umum PBB apa?
Indonesia yang akan diwakili oleh wakil tetap untuk PBB, Dian Triansyah Jani akan mengumpul­kan dukungan dari semua negara, termasuk anggota Organisasi Kerjasama Islam dan Gerakan Non-Blok untuk memajukan rancangan resolusi Palestina.

Substansi resolusinya apa?
Isinya penjelasan posisi Dewan Keamanan PBB yang menolak klaim kedaulatan Israel atas Yerusalem.

Pemerintah terbesit tidak ingin memutus hubungan diplomatik dengan Amerika?
Tidak pernah ada pertimban­gan Indonesia memutus hubun­gan diplomatik dengan Amerika. Indonesia terus berupaya men­dorong kemerdekaan Palestina melalui cara-cara damai dan dialog dengan berbagai pihak, tidak terkecuali Amerika. Israel itu mengandalkan Amerika untuk proses perdamaiannya. Apabila tidak ada komunikasi, bagaimana Indonesia bisa memengaruhi Amerika untuk mengubah sikap­nya. Hal ini perlu diperhatikan

Indonesia sendiri bagian dari anggota PBB dan OKI, la­lu seperti apa sikap Indonesia terkait isu ini?
Tentunya seluruh elemen bangsa Indonesia sangat besar mem­perjuangkan Palestina. Perjuangan Indonesia untuk Palestina bukan saja di ranah politik, bilateral, re­gional, dan multirateral, malaink­an secara nyata di Palestina itu sendiri. Indonesia memiliki rumah sakit di Palestina yang dibangun atas kebaikan hati masyarakat Indonesia.

Tetapi kenapa hingga ki­ni belum membuka kantor Kedutaan Besar Indonesia untuk Palestina, mengingat Turki saja sudah?

Sebenarnya Indonesia telah memiliki Konsul Kehormatan untuk Palestina yang berkedudu­kan di Ramallah. Namun kalau untuk membuka kantor Kedutaan Besar Indonesia untuk Palestina masih terbilang sulit. Pasalnya Israel tidak memberikan akses Indonesia untuk ke Ramallah.

Bukannya di Ramallah tidak ada militer Israel?

Ramallah memang tidak diduduki Israel tapi sekelilingnya adalah Israel sehingga tidak bisa akses masuk. Jadi kalau tidak ada akses itu, sulit berada di Ramallah. Tahun lalu ketika Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan meresmikan Konsul Kehormatan RI di Ramallah, Israel tidak memberikan izin over flight bagi helikopter Angkatan Udara Yordania yang akan membawa rombongan Menlu. Namun tidak diberikannya izin over flight tersebut tidak menyu­rutkan sikap Indonesia untuk melantik Konsul Kehormatan RI Ramallah. ***

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Harga Daging Sapi Tembus Rp153 Ribu/Kg, Zulhas Buka Opsi Subsidi APBN-APBD

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:18

LPSK Beri Perlindungan kepada Ferry Hongkiriwang, Saksi Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:54

Urusan Gula Konsumsi Aman, Kementan Kini Bidik Target Gula Industri di 2028

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:45

Ahmed al-Sharaa Sambut Keputusan AS Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Teror

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Geng Haiti Bantai 40 Pengungsi yang Berlindung di Gereja

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Wajah Baru Jakarta, Wagub Rano Resmikan Jaksinema Pasar Rumput

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:29

BMKG Maksimalkan OMC di Kaltim Sepekan Ini untuk Tangani Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:19

Dugaan Setoran Importasi Blueray, KPK Cecar Dua PNS Bea Cukai

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:50

Kasus OTT Unsoed Bisa Saja Terjadi di Kampus Lain

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Perketat Imigrasi, Trump Bersiap Cabut 200 Ribu Visa WNA

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Selengkapnya