Berita

Foto/Net

Hukum

Ini Faktor Tidak Berhentinya Sindikat Perdagangan Orang Mendapat Korban

KAMIS, 21 DESEMBER 2017 | 22:29 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Terungkapnya sindikat perdagangan orang ke negara Arab, Malaysia dan Tiongkok membuka mata bahwa masyarakat masih mudah untuk terbujuk besarnya penghasilan di luar negeri. Hal ini jugalah yang memudahkan sindikat tersebut mudah mendapatkan korban.

Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto tidak memungkiri bahwa tingginya minat untuk bekerja diluar negeri merupakan salah satu faktor tidak berhentinya sindikat perdagangan orang.

"Salah satu faktor akar persoalannya berasal dari internal. Sebut saja karena mudahnya masyarakat terbujuk. Serta gampang diiming-imingi mendapatkan gaji tinggi di luar negeri,” kata Ari kepada Wartawan di gedung Bareskrim, Gambir, Jakarta, Kamis (21/12).


Menurut Ari, tak ada yang salah untuk memiliki pendapatan lebih tinggi. Bahkan tak salah juga untuk lebih meningkatkan kesejahteraan. Namun sejatinya masyarakat bisa berpikir lebih dalam mengenai mudahnya mengirimkan tenaga kerja ke luar negeri. Padahal sejumlah syarat harus dipenuhi jika ingin bekerja atau mempekerjakan orang ke luar negeri.

“Tapi kemudian, justru jangan malah merelakan diri untuk terjebak oleh sindikat itu. Jika sesuatu itu terlihat begitu sempurna, seharusnya malah mencurigainya. Apa yang terlihat too good to be true itu, justru mesti diperiksa berkali-kali,” jelas Ari.

Faktor lainnya, lanjut Ari adalah persoalan kemiskinan yang terstruktur sejak lama. Juga mandeknya pertumbuhan ekonomi dan sosial di dunia saat ini. Termasuk juga di kawasan Asia Tenggara.

Menurut Ari, pemerintah saat ini terus berkerja untuk membenahi faktor tersebut. Namun Ari menyadari dalam mengatasi kemiskinan butuh waktu lama.

"Terlebih lagi soal kemiskinan yang telah terstruktur sejak lama. Belum lagi soal fakta gerak pertumbuhan ekonomi dan sosial dunia saat ini. Pastinya itu juga memengaruhi banyak hal di tanah air,” papar Ari.

Berdasarkan catatan sepanjang tahun 2017 Satgas tindak pidana perdagangan orang (TPPO) Dittipidum Bareskrim Polri telah berhasil mengungkap 21 perkara. Dengan berbagai macam modus, mulai dari menyalahgunakan visa Umroh, wisata, ziarah, dan melalui jalur - jalur ilegal lainnya. Para tersangka yang telah terjerat sebanyak 30 orang, sementara total korban yang berhasil diselamatkan sebanyak 1083 orang.

“Kejahatan seperti ini memperlakukan manusia layaknya barangan dagangan. Seperti properti dan produk komersial yang bisa dieksploitasi. Ini merupakan penistaan atas derajat manusia,” tegas Ari. [nes]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Selamatkan Aset Negara, UIN Jakarta Jalankan Integrasi SMA/SMK Triguna

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:16

KPK Sita Uang Rp1 Miliar Lebih dan Puluhan Kg Platinum Hasil Korupsi Bupati Langkat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:00

UI Angkat Bicara soal Kajian LGBT Mahasiswa, Begini Tanggapannya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:48

Kronologi OTT Bupati Langkat, Mantan Anggota DPRD Sumut jadi Kurir Uang Suap

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:32

Badko HMI Sulbar Siap Kawal Kasus Kapolres Pasangkayu

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:16

Bupati Langkat juga Terima Cuan Jual Beli Jabatan Camat hingga Kepsek, Segini Nilainya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:56

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Serap Lulusan Sekolah Rakyat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:37

Bupati Langkat Diduga Minta Fee 17 Persen ke Timses Usai Raup Proyek Rp10,2 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:12

Arief Poyuono Apresiasi Danantara Gandeng KPK Bersih-bersih BUMN

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:03

Bupati Langkat Syah Afandin dan Tim Sukses Tersandung Kasus Suap

Jumat, 03 Juli 2026 | 23:48

Selengkapnya