Berita

Foto/Net

Hukum

KPK Pastikan Semua Penerima Duit KTP-El Tidak Hilang

RABU, 20 DESEMBER 2017 | 20:41 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan sejumlah nama yang ada dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto tidak dihilangkan.

Jurubicara KPK, Febri Diansyah menjelaskan nama-nama yang ikut terlibat bersama-sama dalam kasus korupsi proyek pengadaan KTP elektronik tetap dicantumkan dalam surat dakwaan Setya Novanto.

Namun sambung Febri, nama-nama tersebut telah dikelompokkan.


"Sebenarnya tidak ada nama yang hilang, yang ada adalah pengelompokkan pihak-pihak yang diduga diperkaya dalam kasus KTP Elektronik ini," ujarnya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (20/12)

Febri menambahkan alasan KPK mengelompokkan nama-nama tersebut agar perkara korupsi proyek pengadaan KTP-el bisa berfokus perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa. Termasuk peran Novanto dalam proyek tersebut.

"Saya kira untuk alasan fokus saja, karena fokus dalam dakwaan Setya Novanto tentu saja pada perbuatan-perbuatan Setya Novanto," ujar Febri.

Diketahui dalam pembacaan surat dakwaan Novanto, sejumlah nama yang pernah disebutkan dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto menghilang. Adapun pihak yang hilang dari dakwaan Novanto yakni dugaan keterlibatan Yasonna Laoly, Ganjar Pranowo dan Olly Dondokambey. [nes] 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya