Berita

Ilustrasi/Net

Global

Perancis Sambut 25 Pengungsi Korban Perdagangan Manusia Dari Libya

RABU, 20 DESEMBER 2017 | 13:03 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Prancis meningkatkan perjuangannya melawan perbudakan dengan menerima kelompok pengungsi pertama yang diselamatkan dari Libya awal pekan ini (Selasa, 19/12).

Sebanyak  25 orang dari Eritrea, Sudan dan Ethiopia tiba di Bandara Charles de Gaulle di Paris dalam penerbangan pertama dari Niger. Di antara mereka ada 19 perempuan dan enam orang laki-laki serta dua bayi.

Mereka akan ditempatkan di sebuah biara di wilayah Alsace, Prancis timur, selama empat bulan, di mana mereka akan mendapat dukungan psikologis dan pengajaran bahasa Prancis.


Kemudian kelompok nirlaba France Horizon akan membantu setiap individu menemukan perumahan permanen.

Prancis telah berada di garis depan untuk mencoba membantu mereka yang melarikan diri dari perbudakan menemukan jalan yang aman dari Libya.

Perancis berencana untuk mengambil 10.000 pengungsi pada tahun 2019, dengan 3.000 orang berasal dari program pemukiman kembali di Niger dan Chad.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan rencana tersebut setelah rekaman video CNN menunjukkan menunjukkan bahwa para migran dijual ke perbudakan di negara Afrika Utara, beberapa dengan harga masing-masing sebesar 400 dolar AS.

Penerbangan lebih lanjut dari Niger diperkirakan akan mendarat pekan ini di Paris, dengan kedatangan tambahan ditetapkan untuk bulan Januari. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya