Berita

Herman Deru/net

Politik

Hanura Resmi Daftarkan Herman Deru-Mawardi Yahya Ke KPUD Sumsel

RABU, 20 DESEMBER 2017 | 11:24 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Partai Hanura memutuskan mengusung pasangan Herman Deru (HD)-Marwadi Yahya (MY) di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Selatan (Sumsel) 2018 mendatang,

"Pasangan itu menjadi yang pertama memenuhi syarat untuk daftar ke KPUD Sumsel," ungkap Korwil SumselBabel DPP Partai Hanura Fauzi H Amro kepada redaksi, Rabu (20/12).

Partai Hanura sendiri menyatakan mengusung pasangan tersebut atas pertimbangan survei. Menurut Fauzi, hampir semua survei menemukan Herman Deru memiliki elektabilitas paling tinggi. Temuan itu konsisten selama hampir dua tahun. Itu artinya secara ilmiah tak bisa dibantah bahwa peluang menang Herman Deru untuk terpilih menjadi Gubernur Sumsel adalah fakta ilmiah.


“Ketum Oesman Sapta dan Sekjen Syarifuddin Sudding sudah menandatangi SK dukungan kepada saudara Herman Deru-Mawardi Yahya untuk Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sumsel. SK No 48. Dari sekian survei, paslon ini yang paling tinggi surveinya,” kata Fauzi.

Pengamat politik dari indopolitika Institute Mus S Galih menjelaskan dipilihnya Herman Deru oleh Partai Nasdem, PAN dan Hanura adalah pilihan logis. Para pemegang kebijakan di partai itu berarti memiliki pengalaman dan pengetahuan mendalam soal strategi pemenangan pemilu.

Menurut Mus, tak bisa dipungkiri survei seharusnya menjadi alat ukur untuk memilih figur yang kredibel, tahu kekurangan dan kelebihannya dan terlihat seberapa besar dan konsisten dukungan rakyat kepadanya.

“Partai politik yang modern dan maju akan memilih kandidat berdasar pendekatan ilmiah. Memilih kandidat tidak akan berdasar kedekatan emosional apalagi karena uang. Dalam konteks dipilihnya Herman Deru patut diduga konsistensi tingginya elektabilitas dan posisinya yang terus menanjak dan tak terkejar oleh calon lainnya menjadi pertimbangan. Partai pengusung itu maunya menang. Buat apa bertanding kalau buat kalah,” ujar Mus.

Terkait kemungkinan akan berapa pasang calon yang serta dalam kontestasi, Galih menyatakan maksimal akan empat pasang. Jika itu terjadi, jelasnya, akan mudah bagi pasangan Herman Deru-Mawardi Yahya untuk menang.

“Kalau head to head saja menang banyak, apalagi jika melawan dua atau tiga pasang. Ini sebenarnya partai politik tahu, tentu kalau mereka membaca survei atau punya survei sendiri,” jelas Mus.

Hasil surei yang terakhir dirilis oleh Populi Center Jakarta memang Herman Deru meraih elektabilitas sebesar 32,0 persen jauh meninggalkan calon lainnya, jarak dengan Dodi Reza Alex yang berada di posisi kedua adalah sebesar 10,6 persen.

Diketahui sebelumnya, Dodi Reza mengklaim telah memenuhi syarat partai pengusung namun sampai detik ini tidak jelas siapa pasangan calonnya. Lalu ada Ishak Mekki mengklaim telah tuntas koalisi pengusungnya hanya kurang pasangan calonnya. Berikutnya Aswari Riva’i baru satu yang menyatakan mengusung sementara partai lain yang diincarnya masih memilih antara dirinya atau Herman Deru. [san]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya