Berita

Dedi Mulyadi/Net

Wawancara

WAWANCARA

Dedi Mulyadi: Saya Concern Terhadap Perubahan Golkar, Tak Ada Dasar Pencalonan Gubernur Jabar

SELASA, 19 DESEMBER 2017 | 11:44 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Partai Golkar resmi mencabut dukungan terhadap Ridwan Kamil untuk berlaga di Pemilihan Gubernur Jawa Barat. Keputusan tersebut tertulis da­lam surat bernomor R-552/ GOLKAR/XII/2017 tentang Pencabutan Surat Pengesahan Pasangan Calon Kepala Daerah Provinsi Jawa Barat, yang ditan­datangani Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Sekertaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham. Dengan demikian, nama Bupati Purwakarta sekali­gus Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi digadang-gadang akan menggantikan po­sisi Walikota Bandung tersebut.

Sinyal kuat itu terlontar dari pernyataan Wakil Sekertaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji yang menyatakan, Dedi berpo­tensi besar maju di Pilgub Jabar. Terlebih, sejak awal Golkar me­mang menginginkan kadernya yang bertarung di Pilgub Jabar.

Meski demikian, Sarmuji tidak serta-merta langsung mengambil keputusan mengusung Dedi, malainkan membahasnya ter­lebih dulu di Musyawarah Nasional Luar Biasa. Lantas, ba­gaimana tanggapan Dedi terkait sinyal tersebut? Lalu benarkan Dedi menjadi dalang di balik pencopotan Golkar terhadap Ridwan Kamil? Berikut penu­turan lengkapnya;


Kabarnya Anda berperan atas pencopotan dukungan Golkar terhadap Ridwan Kamil?
Sebelumnya kami memberi batasan terhadap Ridwan Kamil sampai tanggal 25 November agar menentukan wakilnya. Sebab kami khawatir Golkar sampai ujung tidak ada kejelasan dan akhirnya setelah itu tidak pu­nya pasangan dan calon. Bahkan sampai kemarin tidak ada jawa­ban apapun. Lalu saya dengar mau dibuat konvensi. Konvensi tanpa memberitahu Partai Golkar, sehingga kita berikan laporan ke­pada DPP Golkar tentang perkem­bangan situasi Pilkada Jabar. Pada akhirnya DPP keluarkan surat pencabutan pasangan Ridwan Kamil-Daniel Muttaqin.

Masalahnya hanya pada konvensi yang akan digelar Ridwan Kamil?
Dari awal tak ada perjanjian konvensi dari Golkar. Golkar kan rekomendasikan pasangan calon. Kami tak dapat surat melaksana­kan konvensi, kapan konvensinya kita tidak tahu hal itu.

Ada maksud lain terkait pelaporan Anda ke DPP Golkar ter­hadap sikap Ridwan Kamil?
Saya sudah sampaikan mak­sud saya hanya memelopori perubahan Partai Golkar. Kita ingin Partai Golkar mengalami perubahan, baik kultur maupun struktur. Sehingga hari-hari ini konsentrasi saya fokus kepada di­namika Partai Golkar. Terutama zaman milenial sekarang seh­ingga saya terus membuat konsep tentang tawaran-tawaran perubahan Partai Golkar.

Apa Anda main mata dengan Airlangga Hartarto agar Anda diusung sebagai cagub Jabar?
Tidak ada, sejatinya saya concern terhadap perubahan Partai Golkar. Tak ada dasar untuk pencalonan Gubernur Jabar. Dasar saya hanya ingin melaku­kan perubahan Partai Golkar, dampaknya bagaimana termasuk citranya supaya tren positif.

Lalu siapa calon kuat yang menggantikan Ridwan Kamil?

Saya belum bisa memasti­kan sosok yang akan dipilih DPP Golkar sebagai pengganti Ridwan Kamil. Pasalnya cagub Jabar pilihan Golkar ditentukan oleh Badan Pemenangan Pemilu DPP Golkar yang akan mulai bekerja usai Munaslub.

Kapan kira-kira rapat pem­bahasan pengganti Ridwan Kamil?

Mungkin hari Jumat nanti dibahas. Kami duduk bersama membahas apa yang harus dilakukan Partai Golkar di Jabar.

Pembahasannya tentang nama Anda yang siap diusung Golkar menggantikan Ridwan Kamil?
Hari ini tidak membahas ke­siapan Dedi Mulyadi. Hari ini kita membahas bagaimana re­konstrusi Partai Golkar untuk bangkit sebagai partai yang diketuai Airlangga Hartarto.

Anda selalu terlihat dekat dengan Airlangga Hartarto, bagaimana itu?

Karena Airlangga merupakan sosok yang dapat mengembali­kan kejayaan Partai Golkar.

Kabar tersiar PDIP akan berkoalisi dengan Golkar untuk mengusung cagub dan cawagub Jabar?

Kami membuka peluang berkoalisi dengan partai apapun.

Nama Anda disebut cocok mendampingi calon dari PDIP, bagaimana itu?
Terima kasihlah untuk PDIP, sa­ya ucapkan terima kasih. Tentunya kita sebagai partai politik se­cara bersama dengan siapa pun. Prinsipnya, apa pun yang dilaku­kan bermanfaat dan menang.

Jika partai lain termasuk yang saat ini mengusung Ridwan Kamil ingin berkoalisi dengan Golkar, bagaimana itu?

Golkar masih terbuka meng­gandeng partai lain sebagai mitra koalisi. Mengingat perolehan kursi Golkar di Jabar terbilang besar, yakni 17 kursi atau kurang tiga kursi lagi sebagai syarat mencalonkan cagub Jabar.

Lho bukannya PPP, PKB, dan Nasdem sudah memberi­kan pernyataan tertulis men­dukung Ridwan Kamil?
Saya rasa koalisi pendukung Ridwan Kamil, yakni PPP, PKB, dan Nasdem saat ini sedang melakukan evaluasi, lantaran Ridwan Kamil secara sepihak hendak menggelar konvensi untuk memilih cawagubnya. Saya kerap menghubungi Ketua PKB, Ketua Nasdem, dan PPP. Kalau ditanya, semua tidak punya jawaban, semuanya galau.  ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Ambang Batas Parlemen Moderat Cukup 2,5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 20:04

Eks Kepala PPATK: Demutualisasi BEI Kebutuhan Mendesak, Faktor Pertemanan Permudah Penyimpangan

Senin, 02 Februari 2026 | 19:50

Ribuan Warga Kawanua Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan Nuansa Budaya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Catat! Ini 9 Sasaran Operasi Keselamatan Jaya 2026 dan Besaran Dendanya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Prabowo Terima Dirut Garuda dan Petinggi Embraer di Istana, Bahas Apa?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:41

Menkeu Purbaya Singgung Saham Gorengan Saat IHSG Anjlok, Apa Itu?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:29

Alur Setoran Kades dan Camat ke Sudewo Ditelisik KPK

Senin, 02 Februari 2026 | 19:23

Horor Sejarah Era Jim Crow

Senin, 02 Februari 2026 | 19:14

10 Surat Tanah yang Tidak Berlaku Lagi mulai Februari 2026

Senin, 02 Februari 2026 | 19:12

5 Takjil Khas Daerah Indonesia Paling Legendaris

Senin, 02 Februari 2026 | 18:53

Selengkapnya