PT Pertamina (Persero) berencana meluncurkan produk baru elpiji nonÂsubsidi 3 kg. Kebijakan ini dilakukan guna mengatasi kelangkaan gas LPG/elpiji bersubsidi 3 kilogram (kg).
Senior Vice President (SPV) Non-Fuel Marketing PT Pertamina (PerÂsero) Basuki Trikora PuÂtra menyebut, elpiji yang dinamai Bright Gas 3 kg tersebut memiliki kemasan lebih baik dari yang 3 kg bersubsidi.
"Bright Gas 3 kg punya kemasan lebih baik dan dilengkapi dengan sistem katup ganda atau Double Spindle Valve System (DSVS), sedangkan elpiji 3 kg bersubsidi hanya dilengÂkapi dengan satu katup," kata Basuki di Jakarta.
Dengan sistem DSVS, risiko kebocoran pada kepala tabung lebih kecil karena valvenya sama dengan Bright Gas 5,5 kg,
double splindled valve.
Dia menambahkan, kelebihan lain Elpiji nonsubÂsidi 3 kg adalah dilindungi dengan plastik pelindung, yang lebih aman dan baik, sehingga kualitas tabung yang didapat lebih baik.
"Kita juga memakai plastic wrap yang lebih bagus dan lebih aman, kita jamin itu," jelas dia.
Menurut Basuki, saat ini Pertamina masih melakuÂkan persiapan peluncuran Elpiji nonsubsidi 3 kg dan akan diluncurkan tahun depan.
"Kita masih dalam taÂhap persiapan, tapi 2018 kita rencanakan akan diÂluncurkan," ucap Basuki.
Pengamat energi Mamit Setiawan mengatakan, renÂcana peluncuran elpiji 3 kg nonsubsidi yang dilakukan oleh Pertamina merupaÂkan langkah dan strategi mereka untuk mengurangi beban akibat kerugian yang ditimbulkan oleh LPG 3 kg subsidi.
"Selisih harga yang selama ini ada antara elpiji subsidi dan nonsubÂsidi sangat besar. Ini meÂnyebabkan Pertamina meÂnanggung beban keuangan yang berat," kata Mamit kepada
Rakyat Merdeka. Menurutnya, dengan diluncurkannya elpiji 3 kg non subsidi ini, diharapkan bisa menarik masyarakat, khususnya yang mampu, untuk beralih ke elpiji non subsidi.
"Ini juga untuk mensukÂseskan rencana pemerinÂtah untuk menyalurkan elpiji 3 kg subsidi dengan cara tertutup. Produk baru ini akan memenuhi kebuÂtuhan masyarakat," tegas Mamit. ***