Berita

Foto: RMOL

Dunia

Dubes Umar Hadi: Zaman Now Perlu Total Diplomacy

JUMAT, 15 DESEMBER 2017 | 19:57 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Diplomasi kopi yang sedang dilakukan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) disambut baik Dutabesar Republik Indonesia untuk Republik Korea Umar Hadi. Dalam pertemuan dengan delegasi  PWI yang sedang berada di Seoul, Jumat (15/12), Dubes Umar Hadi mengingatkan bahwa dalam hubungan antar negara di zaman now dibutuhkan total diplomasi yang melibatkan seluruh komponen masyarakat, termasuk wartawan dan media.

"Saya kira ini adalah bagian dari total diplomasi yang sedang kita semua lakukan. Tentu ini sangat baik," ujar Dubes Umar Hadi yang dalam perteman itu didampingi Kordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya dan Diplomasi KBRI Seoul, Aji Surya. 
Kunjungan delegasi PWI yang dipimpin Sekjen Hendry Ch. Bangun ke Korea Selatan merupakan bagian dari kerjasama organisasi wartawan tertua dan terbesar di tanah  air itu dengan Asosiasi Wartawan Korea (AWK). Kedua organisasi dalam lima tahun terakhir saling mengirim delegasi untuk memperkuat kerjasama organisasi dan masyarakat kedua negara umumnya.

Selain Hendry, delegasi PWI terdiri dari Ketua bidang Luar Negeri PWI Pusat Teguh Santosa, Ketua PWI Sumatera Utara Hermansjah, Ketua PWI Jambi Saman Muraki, Sekretaris PWI Kep. Riau Saibansah Dardani, Ketua PWI Jogjakarta Sihono, Ketua PWI Solo Anas Syahirul Alim, Ketua PWI Sulawesi Barat Naska Mahmud Nabhan, Sekretaris PWI Sulawesi Selatan Anwar Sanusi, dan Ketua PWI Kalimantan Barat Gusti Yusti Ismail.

Selain Hendry, delegasi PWI terdiri dari Ketua bidang Luar Negeri PWI Pusat Teguh Santosa, Ketua PWI Sumatera Utara Hermansjah, Ketua PWI Jambi Saman Muraki, Sekretaris PWI Kep. Riau Saibansah Dardani, Ketua PWI Jogjakarta Sihono, Ketua PWI Solo Anas Syahirul Alim, Ketua PWI Sulawesi Barat Naska Mahmud Nabhan, Sekretaris PWI Sulawesi Selatan Anwar Sanusi, dan Ketua PWI Kalimantan Barat Gusti Yusti Ismail.

Dalam kunjungan ke Korea Selatan kali ini delegasi PWI membawa kopi dari berbagai daerah di Indonesia. Kopi-kopi itu diserahkan sebagai cinderamata kepada pihak-pihak yang dikunjungi selama program.

Di hadapan Dubes Umar Hadi, Hendry Ch. Bangun mengatakan bahwa dalam waktu kurang dari 24 jam delegasi PWI sudah menyerahkan kopi kepada sejumlah pihak di Seoul, termasuk kepada Penasehat bidang Hubungan Luar Negeri Kota Seoul, Kim Changbeom yang dalam waktu dekat akan bertugas di Jakarta sebagai Dubes Republik Korea untuk Indonesia.

Mendengar penjelasan Hendry, Dubes Umar Hadi tersenyum lebar. Dia menjelaskan, bahwa KBRI Seoul juga tengah gencar mempromosikan kopi Indonesia. Dalam pertemuan dengan investor Korea Selatan yang berminat pada kopi Indonesia baru-baru ini, Dubes Umar Hadi mengajak kalangan investor Korea Selatan untuk melihat produksi kopi dari sudut pandang yang lebih luas.

"Saya bilang, kalau you maunya hanya impor biji kopi, tidak usah ngomong sama saya. Tapi kalau you mau produksi kopi end to end dan sistemnya plasma yang melibatkan masyarakat petani, baru kita bisa ngomong. Nah, mereka mau ngomong," ujar Dubes Umar Hadi yang baru bertugas di negeri ginseng pada bulan Juli lalu.

"Saya akan arahkan (investor kopi Korea Selatan) ke Aceh," sambungnya.

Dubes Umar Hadi juga mengatakan, salah satu hal yang sering dijadikan alasan pihak investor yang ingin mengembangkan industri kopi di Indonesia adalah soal-soal teknis. Misalnya tentang roasting atau penggorengan biji kopi yang bisa mengurangi usia produk kopi. Menurutnya, ini alasan yang terlalu dibuat-buat. Dia yakin, ada teknologi untuk memperpanjang usia produk biji kopi setelah diolah di Indonesia. Dia mencontohkan Italia yang walau tidak punya sebatang pohon kopi namun bisa mengekspor kopi ke banyak negara di dunia.

Dubes Umar Hadi yang pernah bertugas sebagai Konsul Jenderal RI di Los Angeles (2014-2017) dan Wakil Dubes RI di Den Haag (2009-2012)  melanjutkan, dirinya berpesan kepada investor agar ikut membangun kesejahteraan petani kopi nasional.

"Saya bilang sama mereka, you harus ingat, kopinya penting, artinya produk harus bagus. Tapi yang lebih penting lagi adalah kesejahteraan petani. Bukan hanya sekadar ekspor kopi, tetapi bagaimana meningkatkan kualitas hidup penanam kopi. Sehingga nanti anak-anak mau jadi petani. Kan bagus," demikian Dubes Umar Hadi. [guh]


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Protelindo Masuk BTEL, Kuasai 10,86 Persen Saham Bakrie Telecom

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:26

Prabowo ke NTT Hari Ini, Pastikan Penanganan Korban Gempa Berjalan Baik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:17

Pengamat: Rekam Jejak Mumpuni Bikin KH Marsudi Syuhud Unggul di Bursa Ketum PBNU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:13

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU Besok

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:12

Emas Antam Merosot Rp18.000, Satu Gram Jadi Segini

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:03

DEEP Ingatkan Percepatan Pemilu Harus Punya Alasan Konstitusional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:55

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:44

SHOW Token Dorong Transformasi Industri Hiburan Global lewat Teknologi AI dan Blockchain

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21

Bursa Asia Variatif, Investor Pantau Pergerakan Timur Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:06

THMP Bantah Pertemuan Jokowi-Relawan Bahas Pemilu 2029

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:03

Selengkapnya