Berita

Kiki Syahnakri

Pertahanan

Kiki Syahnakri: Jangan Ada Sedikitpun Pelanggaran HAM Di Papua

JUMAT, 15 DESEMBER 2017 | 18:26 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD), Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri, sangat berharap agar pemerintah mewaspadai setiap gejolak yang terjadi di Papua.

Apalagi, Perdana Menteri Vanuatu, Charlot Salwai Tabimasmas, telah memimpin rombongan dari negara-negara Melanesian Spearhead Group (MSG) ke Vatikan untuk bertemu pemimpin umat Katolik dunia, Paus Fransiskus. Negara-negara MSG membawa isu pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Papua ke Paus.  

"Lalu beberapa waktu lalu juga, ada demonstrasi mahasiswa Timor Leste di Dili, di depan Kedutaan Besar Indonesia, menuntut kemerdekaan Papua. Ini terlihat cukup mengkhawatirkan," kata Kiki Syahnakri kepada sejumlah wartawan di Kantor Pusat PPAD, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (15/12).  Kiki didampingi Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa), AM Putut Prabantoro.


Mantan Panglima Penguasa Darurat Militer Timor Timur itu meminta Pemerintah RI untuk tidak menyampingkan ragam persoalan yang ada serta mewaspadai isu ataupun gejolak yang ada di Papua.

Agar Papua tidak lepas dari NKRI seperti Timor Leste, mantan Wakil Kepala Staf TNI AD itu menegaskan pemerintah harus ekstra hati-hati dalam penanganannya.

"Dalam keadaan aktual, jangan sampai terjadi pelanggaran hak asasi manusia sekecil apa pun di Papua," saran Kiki.

Bila terjadi satu tindakan saja yang termasuk melanggar HAM maka hal tersebut akan sangat mudah dieksploitasi.  

"Kelakuan-kelakuan aktivis dunia internasional begitu kan. Biasanya me-mark up berita tentang pelanggaran HAM. Mungkin yang meninggal dunia satu orang, lalu dibilang 100 orang. Atau, tidak meninggal dunia tapi dibilang meninggal dunia," jelas Kiki. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya