Berita

Politik

STATUS YERUSALEM

Demonstran Nyanyikan Lagu Terakhir Imam Samudera Sebelum Dieksekusi Mati

JUMAT, 15 DESEMBER 2017 | 18:08 WIB | LAPORAN:

Sepekan terakhir di Jakarta, demonstrasi memprotes pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel terus mengalir dan berpusat di depan Kedutaan Besar AS di Jalan Medan Merdeka Selatan.

Hari ini, di tengah gelombang massa itu, kelompok Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (Gepak) yang tergabung dalam Sekretaris Bersama Pribumi menyerukan jihad melawan Amerika Serikat dan Israel.

Perwakilan dari Gepak, Rahmat Himran, menegaskan bahwa jihad dilakukan karena AS dan negara Yahudi (Israel) akan terus berupaya merongrong umat Islam.
Contoh paling konkret adalah pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang berencana memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Contoh paling konkret adalah pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang berencana memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pernyataan Trump tersebut ia nilai sebagai bentuk dukungan AS terhadap penjajahan Israel atas bangsa Palestina.

"Mereka (AS dan Israel) akan terus seperti itu," seru Rahmat dalam orasinya di depan Gedung Kedubes AS, Jumat (15/12).

"Semangat juang kita akan terus kita kobarkan untuk terus memperjuangkan ajaran yang sudah ada dalam Al Qur'an dan Al Hadits. Di mana kita akan menjadi barisan terdepan dalam membela agama Allah," tambah dia dengan berapi-api.

Yang mengejutkan, Rahmat Himran kemudian menyanyikan sebuah lagu yang diklaimnya sebagai lagu terakhir yang dinyanyikan oleh terpidana mati kasus Bom Bali 2002, Imam Samudera.

Berikut kutipan lagu itu selengkapnya:

Sahidlah aku, Sahid dadaku
Mataku terpejam, daku terluka
Di alam sana kita kan jumpa, di alam sana kan bahagia
Yahudi dan Amerika musuh kita selama-lamanya
Kan kita hajar, hingga kan hancur, dan kita hajar hingga kan hancur


"Ini adalah lagu yang dinyanyikan oleh Imam Samudera sebelum ditembak mati," klaim Rahmat mengakhiri orasinya. [ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya