. Ajaran ideologis Bung Karno kini bangkit kembali, yang ditandai dengan ditetapkannya tanggal 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila pada tahun 2016 lalu.
"Pancasila menjadi living ideology ketika nilai-nilai Pancasila diyakini kebenarannya, dipelajari, dimengerti dan dipahami serta dipraktekkan dalam kehidupan," kata Wasekjen DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, di hari kedua Sekolah Partai Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah 2018 di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat (Senin, 11/12).
Basarah mengatakan, praktek nilai-nilai Pancasila ini wajib dilakukan oleh para kepala deerah. Sehingga kebijakan dan program yang dilakukan di daerah yang dipimpinnya betul-betul dirasakan manfaatnya bagi rakyat.
Basarah memaparkan, Bung Karno sebagai pemimpin bangsa yang menginspirasi dunia telah memberikan contoh bagaimana sistem nilai harus dibangun untuk memajukan bangsa dan peradaban. Ajaran-ajaran Bung Karno menjadi inspirasi bagi bangsa Indonesia dan sangat dihargai oleh bangsa-bangsa lain.
Dalam paparannya, Basarah juga menegaskan bahwa Islam dan Bung Karno sangat dekat hubungannya. Sewaktu di Ende dan saat Bung Karno dibuang di Bengkulu, interaksi Bung Karno dengan Islam terasa kental.
"Bahkan Nahdlatul Ulama (NU) dalam muktamarnya tahun 1954 di Surabaya memberikan dan mengesahkan gelar kepada Presiden Soekarno sebagai Waliyul Amri Ad-dharuri Bi As-syaukah," ujar Basarah.
"Maka terklarifikasi dengan jelas bahwa antara Islam dan Bung Karno sangatlah dekat," tambah pria peraih gelar doktor dari Undip dengan disertasi 'Eksistensi Pancasila Sebagai Tolok Ukur Dalam Pengujian UU Terhadap UUD 1945 di Mahkamah Konstitusi' ini.
Lebih lanjut, Basarah menyatakan PDI Perjuangan ingin mencetak para pemimpin daerah yang ideologis. Sehingga materi dan praktek Pancasila 1 Juni 1945 diberikan sebagai materi khusus dalam modul Sekolah Partai Calon Kepala Daerah.
Sebanyak 68 orang calon kepala daerah dan wakil kepala daerah hadir sebagai peserta Sekolah Partai PDI Perjuangan selama 5 hari dari tanggal 10 sampai dengan 14 Desember 2017. Selanjutnya mereka akan mengikuti tahapan pemenangan Pilkada Serentak Tahun 2018.
[rus]