Berita

Nasaruddin Umar/Net

Pancasila & Nasionalisme Indonesia (124)

Mendalami Sila Kelima: Belajar Dari Terobosan Nabi Yusuf

SELASA, 12 DESEMBER 2017 | 09:45 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

KONSEP kesejahteraan masyarakat yang berkea­dilan sosial dicontohkan dalam kisah Nabi Yusuf AS. Ia hidup di samp­ing raja dan keluarganya yang memerintah secara absolut. Kekayaan hanya menumpuk di sekitar ke­luarga raja dan pembesar-pembesarnya. Namun setelah Nabi Yusuf ter­libat di dalam struktur pemerintahan, maka rakyat mulai merasakan adanya keadilan. Bukan hanya rakyat Mesir tetapi juga semua wilayah yang masuk dalam wilayah protektor­atnya juga merasakan adanya sentuhan kea­dilan di negeri yang di mana Nabi Yusuf diberi kepercayaan menjadi salah seorang penentu kebijakan, terutama di sektor kesejahteraan masyarakakat.

Berawal dari mimpi raja sebagaimana dia­badikan di dalam Al-Qur’an (Q.S. Yusuf/12) yang menceritakan mimpi raja negeri Mesir saat itu. "Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): "Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering." Hai orang-orang yang terke­muka: "Terangkanlah kepadaku tentang tak­bir mimpiku itu jika kamu dapat menakbirkan mimpi." (Q.S. Yusuf/12:43).

Para petinggi kerajaan sibuk mencari orang yang bisa menakwil mimpi raja. Akh­irnya ketemulah seorang pemuda cerdas ber­nama Nabi Yusuf. Mimpi raja ditakwil oleh Yusuf: "Yusuf berkata: "Supaya kamu ber­tanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan" (12:47). Para raja menganjur­kan seluruh rakyatnya untuk mengintensif­kan dan mengefektifkan pertanian agar neg­eri Mesir bisa terbebas dari krisis pangan yang berkepanjangan. Selama tujuh tahun berturut-turut panen raya masyarakat berhasil. Ber­kat nasihat Nabi Yusuf, raja menginstruksikan agar hasil panen tidak digunakan untuk hal-hal yang konsumtif, melainkan harus dihemat guna mengantisipasi masa paceklik yang akan melanda dunia tujuh tahun berikutnya.


Alkisah, berkat saran Nabi Yusuf terhadap raja diakomodir, maka jadilah negeri Mesir se­bagai negeri penyelamat dunia karena negeri ini mampu mensuplai kebutuhan yang diper­lukan di dalam dan di luar negeri. Mesir men­jadi negeri unggul, menjadi tempat ketergan­tungan negeri-negeri di sekitarnya. Kekuatan negeri Mesir terletak karena manajemen pas­ca panen yang dirancang Nabi Yusuf. Akhirnya Nabi Yusuf pun dipromosikan sebagai salah­satu petinggi kerajaan berkat kecerdasan­nya. Sesungguhnya bisa juga dipahami bah­wa kemampuan yang luar biasa Nabi Yusuf ialah prediksi dan perencanaannya yang san­gat matang, bukan dirinya sebagai Nabi dan ahli takwil mimpi tetapi kecerdasannya mem­buat analisis dan program yang tepat guna. Ia membuat analisis program jangka pendek, jangka menegah, dan jangka panjang. Ia juga memiliki ketegasan dalam memimpin karena tidak mungkin tercapai penghematan tanpa ketegasan dan disiplin nasional.

Kesuksesan negeri Mesir ini disebabkan oleh sikap keterbukaan raja mau menerima saran orang lain dari kalangan profesional di luar lingkungan dan keluarga istana. Ini pela­jaran penting buat kita juga, bahwa jika setiap persoalan diserahkan kepada ahlinya pasti akan selesai. Sebaliknya jika persoalan dis­erahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka kata Nabi Muhammad Saw, tunggulah kehancurannya. 

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Pasar Minyak Wait and See Situasi Terkini Hormuz

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:14

Kedekatan dengan Megawati Menguntungkan Pemerintahan Prabowo

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:04

Telur Jatuh di Bawah Harga Impas, BGN Turun Tangan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:51

Kebakaran Hebat di Kemayoran Ludeskan 250 Rumah

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:38

Video Parade ALF di Perbatasan Aljazair Jadi Sorotan Internasional

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:32

Anies Angkat Topi untuk Dino Patti Djalal: Bukan Diplomat Karbitan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:31

IHSG Loncat 1,35 Persen, Rupiah Tertekan Pagi Ini di Rp17.888 per Dolar AS

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:26

Iran Ancam Hentikan Negosiasi Jika Israel Terus Serang Lebanon

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:09

Wildan Hakim: Gandengan Tangan Prabowo dan Megawati Peristiwa yang Natural

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:58

GREAT Institute: Shangri-La Dialogue Krusial untuk Navigasi Ketidakpastian Geopolitik

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya