Nasaruddin Umar/Net
Nasaruddin Umar/Net
KONSEP kesejahteraan masyarakat yang berkeaÂdilan sosial dicontohkan dalam kisah Nabi Yusuf AS. Ia hidup di sampÂing raja dan keluarganya yang memerintah secara absolut. Kekayaan hanya menumpuk di sekitar keÂluarga raja dan pembesar-pembesarnya. Namun setelah Nabi Yusuf terÂlibat di dalam struktur pemerintahan, maka rakyat mulai merasakan adanya keadilan. Bukan hanya rakyat Mesir tetapi juga semua wilayah yang masuk dalam wilayah protektorÂatnya juga merasakan adanya sentuhan keaÂdilan di negeri yang di mana Nabi Yusuf diberi kepercayaan menjadi salah seorang penentu kebijakan, terutama di sektor kesejahteraan masyarakakat.
Berawal dari mimpi raja sebagaimana diaÂbadikan di dalam Al-Qur’an (Q.S. Yusuf/12) yang menceritakan mimpi raja negeri Mesir saat itu. "Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): "Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering." Hai orang-orang yang terkeÂmuka: "Terangkanlah kepadaku tentang takÂbir mimpiku itu jika kamu dapat menakbirkan mimpi." (Q.S. Yusuf/12:43).
Para petinggi kerajaan sibuk mencari orang yang bisa menakwil mimpi raja. AkhÂirnya ketemulah seorang pemuda cerdas berÂnama Nabi Yusuf. Mimpi raja ditakwil oleh Yusuf: "Yusuf berkata: "Supaya kamu berÂtanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan" (12:47). Para raja menganjurÂkan seluruh rakyatnya untuk mengintensifÂkan dan mengefektifkan pertanian agar negÂeri Mesir bisa terbebas dari krisis pangan yang berkepanjangan. Selama tujuh tahun berturut-turut panen raya masyarakat berhasil. BerÂkat nasihat Nabi Yusuf, raja menginstruksikan agar hasil panen tidak digunakan untuk hal-hal yang konsumtif, melainkan harus dihemat guna mengantisipasi masa paceklik yang akan melanda dunia tujuh tahun berikutnya.
Populer
Senin, 23 Maret 2026 | 01:38
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59
Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07
Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26
Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15
UPDATE
Rabu, 01 April 2026 | 08:16
Rabu, 01 April 2026 | 08:07
Rabu, 01 April 2026 | 07:53
Rabu, 01 April 2026 | 07:42
Rabu, 01 April 2026 | 07:35
Rabu, 01 April 2026 | 07:24
Rabu, 01 April 2026 | 07:17
Rabu, 01 April 2026 | 06:57
Rabu, 01 April 2026 | 06:48
Rabu, 01 April 2026 | 06:20