Berita

AAGN Puspayoga saat MSP Expo 2017/Humas Kemenkop UMKM

Bisnis

Menkop Puspayoga: UMKM Kuliner Harus Punya Hak Cipta

MINGGU, 10 DESEMBER 2017 | 14:35 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menekankan pentingnya pengurusan hak cipta dan hak merek bagi produk-produk UMKM di Indonesia, termasuk bagi pelaku UMKM di bidang kuliner.

"Bila usahanya ingin maju, mengurus hak cipta dan merek merupakan sesuatu yang harus dilakukan. Jangan sampai tahun ini ikut pameran di luar negeri, tapi tahun berikutnya tidak bisa lagi karena produknya sudah dipatenkan orang. Sudah banyak contoh dari perajin UMKM asal Bandung, Jogjakarta dan Bali yang produknya justru dipatenkan orang lain setelah pameran di luar negeri," ujar Puspayoga saat membuka pameran UMKM bertajuk MSP Expo 2017 The Authentic Taste of Indonesia, di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (7/12) lalu.

Pada pameran yang diselenggarakan Koperasi Jasa Mitra Sarana Perjuangan (MSP) dan diikuti 250 UMKM dari seluruh Indonesia, Puspayoga mengakui bahwa pihaknya sudah bersinergi dengan Kementerian Hukum dan HAM untuk pengurusan hak cipta bagi UMKM.


"Saat ini, Kemenkop dan UKM sudah bisa memfasilitasi pengurusan hak cipta secara online dan tanpa biaya alias gratis. Waktu pengurusannya pun tidak terlalu lama. Bila segala persyaratan terpenuhi, pengurusan hak cipta bisa selesai dalam hitungan jam saja," jelas Puspayoga.

Menurut Menkop dan UKM, hingga saat ini sudah ribuan UMKM yang sudah mengurus hak cipta atas produknya melalui Kemenkop dan UKM. Bahkan, untuk tahun 2017 saja ada sekitar 3000 UMKM yang sudah memiliki hak cipta.

"Dengan begitu, kita sudah melindungi dan mengamankan produk UMKM Indonesia termasuk di bidang kuliner agar tidak diambil orang lain. Saya berharap para UMKM bisa memanfaatkan fasilitas pengurusan hak cipta tersebut untuk mengamankan hasil karya anak bangsa yang luar biasa ini," imbuh Menkop dan UKM.

Di samping itu, Puspayoga pun mengapresiasi Koperasi Jasa MSP yang baru lahir pada 2013 tapi sudah Go Internasional. "Jadi, jangan selalu under estimate terhadap koperasi. Ada juga koperasi di Jawa Timur dengan omset Rp18 triliun. Kalau koperasi yang beraset Rp5 triliun hingga Rp10 triliun itu sudah banyak. Dan pada 18 Desember 2017 ini ada sebuah anak usaha bidang asuransi dari koperasi Kospin Jasa masuk lantai bursa BEI. Koperasi itu membuat banyak anak usaha membentuk PT. Banyak juga koperasi yang saya resmikan hotelnya," papar Puspayoga.

Pameran yang diselenggarakan pada 7-9 Desember 2017 itu menampilkan beragam makanan khas halal dari berbagai daerah Sumatera Utara, Papua, Manado, dan daerah lain di Indonesia. Contohnya, Naniura. Makanan khas Sumatera Utara ini memiliki proses pembuatan yang menarik. Ikan mas mentah atau disebut Dekke, dibersihkan terlebih dahulu dari duri dan lendir. Kemudian dimatangkan dengan cara merendamnya dengan air asam Jungga atau jeruk purut. Jadi tidak melalui proses digoreng, dibakar, atau direbus, sehingga kualitas protein ikan mas menjadi lebih utuh karena tidak terkena api sama sekali.

Dalam kesempatan yang sama, Pembina Koperasi Jasa MSP Emir Moeis menjelaskan, Indonesia begitu kaya akan keragaman kulinernya. Setiap daerah memiliki kuliner unggulan. Tak terhitung ragam maupun bahan baku kuliner khas daerah. Tak sedikit makanan unik dan khas tersebut diproduksi UMKM. Mulai dari usaha mikro yang menjajakan makanan tersebut di pinggir jalan, hingga usaha menengah yang membuka restoran.

"Tak sekadar mengangkat kuliner khas Indonesia, pameran ini juga mengangkat UMKM agar cepat naik kelas," kata Emir Moeis.

Ketua Koperasi MSP Febri Wibawa Parsa menambahkan, pameran ini merupakan rangkaian kegiatan untuk memamerkan produk-produk UMKM di dalam dan luar negeri. Sebelumnya, Koperasi Jasa MSP juga menyelengarakan acara sejenis, MSP Expo 2016 - Indonesian Gift. "Kami juga mengajak UMKM pameran di Jepang dan Moskow di tahun ini," pungkas Febri.[wid/***]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya