Berita

Hamim Ilyas/Humas BNPT

Pertahanan

Sebangsa Sejatinya Rukun Dan Tidak Berkonflik

JUMAT, 08 DESEMBER 2017 | 09:50 WIB | LAPORAN:

Masyarakat Indonesia harus menjaga dan memperkokoh kerukunan dan kesetiakawanan sosial sebagai benteng untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar tidak mudah terpecah belah.

Hal ini seiring dengan maraknya pola persaudaraan yang sempit dengan berbasis kepentingan kelompok, etnis, agama dan suku yang dapat memperuncing pembelahan di masyarakat.

"Harus disadari bahwa di dalam Islam persaudaraan itu tidak hanya dibatasi kekeluargaan sampai ke negara saja, tapi persaudaraan itu untuk seluruh umat manusia. Itu di Alquran ada di surat Al Baqarah ayat 213 yang artinya manusia itu merupakan umat yang satu (bangsa)," ujar Wakil Ketua Majelis Tarjih PP Muhammadiyah, Hamim Ilyas, MA dalam sebuah diskusi di Jakarta, kemarin.


Lebih lanjut Hamim menjelaskan, jika dijabarkan secara luas mestinya sebagai satu bangsa itu harus selalu rukun dan tidak konflik, meski dalam kenyataannya sejak zaman dahulu sering terjadi konflik. Dari konflik-konflik itu diutus para nabi dengan membawa kitab suci masing-masing.

"Ketika sudah ada nabi dengan membawa kitabnya pun belum menghilangkan konflik maka Nabi Muhammad diutus untuk menghilangkan konflik yang di antaranya berbasis agama, dengan Islam yang rahmatan lil alamin yaitu Islam yang dalam pengertian yang paling luas diwahyukan untuk mewujudkan hidup yang lebih baik," ujarnya.

Menurut pria yang juga dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini, hidup lebih baik itu memiliki tiga indikator yakni sejahtera, damai dan bahagia untuk semua orang. Karena hal ini sesuai dengan tiga fungsi Islam di dalam surat Ali Imron ayat 103-104, yakni mempersatukan umat manusia, menyelamatkan umat manusia dan memperbaiki kehidupan umat manusia.

"Jadi umat Islam itu harus seperti itu. Jadi janganlah membentuk kelompok sendiri untuk kepentingan kelompok, etis atau agama yang ujung-ujungnya nanti malah dapat memecah belah masyarakat di negara ini," ujarnya

Masyarakat harus dapat menyadari bahwa sekarang zaman sudah berubah di mana  diistilahkan zaman now, bukan lagi zaman old.

"Ketika zaman now hubungan antar agama itu sudah terbuka. Perubahan ini yang harus disadari oleh umat," jelasnya.

Apalagi menurutnya negara Indonesia ini sejak merdeka sudah berdasarkan Pancasila.
Semua warga negara itu memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara untuk membuat negara maju.

"Dan itu memang dibutuhkan mentalitas baru, tidak cukup dengan mentalitas lama," katanya.

Untuk mengubah mentalitas lama ke mentalitas baru di masyarakat, kata Hamim harus ditempuh melalui melalui jalur pendidikan. Karena pendidikan itu memiliki tujuan untuk mengantarkan peserta didik supaya bisa hidup sesuai dengan lingkungan di zamannya. Ada empat fungsi pendidikan menurut dia, yaitu sebagai proses membentuk pribadi, membentuk warga masyarakat, membentuk warga negara dan membentuk tenaga kerja.

“Namun sesuai yang ada dalam nilai-nilai Islam, pendidikan itu dikembangkan lagi yakni pendidikan sebagai hamba tuhan, sebagai anggota keluarga, sebagai anggota komunitas, sebagai warga masyarakat, warga negara dan warga dunia. Ini yang harus disadari masyarakat agar mereka mau hidup bersama dengan berbagai etnis, agama, kelompok agar menjadi benteng demi menjaga persatuan di negeri ini," pungkas Hamim.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya