Berita

Pansus RUU Terorisme/RMOL

Pertahanan

Pemerintah Belum Siap, Pansus RUU Terorisme Molor

SELASA, 05 DESEMBER 2017 | 15:56 WIB | LAPORAN:

Masa kerja Panitia Khusus (Pansus) DPR RI revisi undang-undang (RUU) terorisme diperpanjang. Alasannya pemerintah butuh waktu untuk kembali membahasnya.

Demikian disampaikan anggota Pansus Terorisme, Bobby Adhityo Rizaldi kepada wartawan di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/12).

"Pansus Terorisme hari ini akan diperpanjang karena tunggu kesiapan pemerintah untuk membahasnya," ujarnya.


Bobby menuturkan bahwa ada beberapa hal yang memang perlu diselaraskan lagi diantara pemerintah dan parlemen. Sehingga, dengan perpanjangan kali ini dapat benar-benar dimaksimalkan dalam mencari hal apa saja yanga belum selaras.

"Pemerintah sedang cari formula agar substansi yang disetujui bersama bisa dimasukkan dalam legal drafting yang sesuai sehingga enggak perlu ubah lagi revisi dalam UU baru. Jadi masalah teknis saja," jelasnya.

Ia pun menjamin DPR akan bekerja dengan maksimal. Untuk itu diharapkan kerjasama pemerintah supaya Pansus Terorisme ini dapat segera menyelesaikan revisi sesuai target.

"Karena tinggal teknis kan diharapkan sekitar bulan Januari selesai," demikian Bobby. [san]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya