Berita

Meutya Hafid

Pertahanan

Meutya: Hadi Tjahjanto Punya Modal Kedekatan Dengan Presiden

SENIN, 04 DESEMBER 2017 | 18:47 WIB | LAPORAN:

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dianggap mempunyai modal yang cukup untuk menjabat Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Ia pernah menjadi Sekretaris Militer Presiden di masa kepemimpinan Joko Widodo (2015-2016) sebelum diangkat menjadi Irjen Kementerian Pertahanan.

"Beliau punya modal besar karena dulu sebagai Sesmil juga banyak berhubungan dengan presiden. Mudahan-mudahan chemistry-nya nanti baik dengan  presiden. Saya rasa itu yang terpenting," kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/12).


Selain itu, penunjukan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) untuk posisi Panglima TNI baru dianggapnya sebagai langkah Presiden Jokowi menciptakan rasa adil di internal TNI.

Sebelum Jenderal TNI Gatot Nurmanyto, jabatan Panglima TNI juga diduduki petinggi TNI AD yaitu Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.

Dan sebelum Moeldoko menjabat, Panglima TNI dipegang oleh pemanggul bintang empat dari TNI AL, Laksamana TNI (Purn) Agus Suhartono.

"Ini memenuhi rasa kebersamaan dan keadilan di TNI, dari sisi matra angkatan udara. Semangat rotasi itu dilakukan oleh Presiden," ungkap Meutya. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya