Berita

Foto: Dok/Kemnaker

Hindari Pola Konsumtif, Pemerintah Berikan Ragam Pelatihan Untuk TKI Purna

SENIN, 04 DESEMBER 2017 | 16:04 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Berbagai program pelatihan diberikan pemerintah dalam rangka meningkatkan keterampilan dan produktivitas TKI yang sudah kembali (purna). Pemberdayaan TKI purna bertujuan agar mereka tidak terjebak pola konsumtif dan mampu memanfaatkan hasil kerjanya di luar negeri.

Demikian diungkapkan Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri saat memberikan sambutan pada acara Pembukaan Pendidikan dan Pelatihan TKI Purna di BBPLM Ciracas, Jakarta Timur, Senin (4/12).

"Pemerintah terus mengajak banyak pihak untuk terlibat menyelenggarakan pelatihan bersama dan memberikan pelatihan-pelatihan bagi TKI yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia," katanya.


Khusus untuk TKI purna ini, Menaker berharap semakin banyak pihak yang terlibat untuk meningkatkan keterampilan mereka. Kata Menaker, selesai bekerja di luar negeri, TKI purna sangat membutuhkan pelatihan untuk mengembangkan keterampilan agar dapat masuk pasar maupun berwirausaha, serta bantuan untuk memasarkan produk keterampilan mereka.

“Banyak akses pelatihan kerja yang  dapat digunakan masyarakat termasuk para TKI purna secara gratis. Akses pelatihan ini penting karena kita harus pastikan tenaga kerja Indonesia kompetitif,” katanya.

Dengan upaya tersebut, Menaker yakin produktivitas TKI purna dapat terjaga. Mereka dapat terus melakukan kegiatan ekonomi untuk diri mereka sendiri maupun keluarganya.

"Selama ini Pemerintah melalui Kemnaker juga banyak menyelenggarakan pelatihan kerja untuk TKI Purna. Di desa kantong TKI sudah mulai ada. Bahkan kita terus membangun Desa Migran Produktif," katanya.

Selain itu, kata Menaker, aksesbilitas peningkatan keterampilan bagi TKI purna ini harus dipermudah, supaya target peningkatan kompetensi SDM Nasional dapat tercapai dengan maksimal.

Pemerintah sendiri, kata Menaker, terus menggenjot peningkatan kompetensi SDM Indonesia dengan pelatihan kerja (vocational training) di BLK. Saat ini tercatat ada 301 BLK yang tersebar di seluruh Indonesia dimana 17 diantaranya adalah BLK milik Kementerian Ketenagakerjaan. Dan semua BLK tersebut dapat diakses masyarakat secara gratis.

“Kontribusi TKI ini sangat besar. Baik bagi pribadinya, bagi keluarganya, bahkan bagi ekonomi nasional kita. Remitansi TKI angkanya terus meningkat dari waktu ke waktu dan Alhamdulillah tiga tahun terakhir di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi angka masalah dari TKI terus menurun. TKI kita yang bekerja ke luar negeri dari kualitas pekerjaan juga jauh lebih baik" puji Menaker.

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendesa) Eko Putro Sandjojo berharap agar pelatihan yang diinisiasi oleh Kedutaan Besar RI Kuala Lumpur tersebut mampu menjadi role model pelatihan pemberdayaan TKI purna.

Mendesa berpesan kepada TKI purna untuk terus mempertahankan produktivitasnya selepas bekerja di luar negeri.

"Saya minta kalian tidak hanya berjuang untuk kalian dan keluarga saja, tetapi saya harap juga mampu memotivasi warga lain di desanya," ujar Menteri Eko.

Turut hadir dalam kesempatan ini Dubes RI Kuala Lumpur Rusdi Kirana, Dirjen Protokol dan Konsuler Kemlu Andri Hadi mewakili Menlu RI, Dirjen Binapenta Kemnaker Maruli A. Hasoloan, Sekjen Kemendes Anwar Sanusi, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, dan Dirut BRI Suprajarto. [dzk]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya