Berita

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo/Net

Pertahanan

Gatot: Terserah Presiden

Calon Panglima TNI
KAMIS, 30 NOVEMBER 2017 | 09:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sepertinya tak mau dipusingkan soal siapa penggantinya nanti selepas pensiun. Sang Jenderal menegaskan posisi tertinggi di TNI merupakan pilihan Presiden Jokowi. Jadi, terserah Presiden siapa yang bakal dipilihnya menjadi panglima.

"Presiden lebih tahu (sosok perwira tinggi TNI yang pantas jadi panglima TNI). Presiden kan perlu pembantu panglima TNI sesuai ancaman dan tantangan ke depan. Nggak ada yang lebih tahu dari Presiden. Toh, Presiden yang akan menggunakan kok," kata Gatot kepada wartawan di Secapa AD, Hegarmanah, Kota Bandung, kemarin.

Pergantian panglima TNI tengah menjadi perhatian masyarakat hingga berpolemik di media sosial. DPR pun mendesak pemerintah segera menunjuk calon pengganti Gatot yang tak lama lagi memasuki masa pensiun. Nah siapa pilihan Jokowi? Gatot menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang TNI, setiap panglima TNI merupakan mantan kepala staf, baik Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU). "Saya pastikan, yang jadi panglima TNI itu pernah menjabat kepala staf angkatan. Itu amanat undang-undang," ujar dia. Menurut Gatot, pergantian panglima TNI tidak akan mengganggu program kerja yang selama ini sudah dirancang. Sebab, para calon sudah memiliki satu visi dan misi TNI.


Seperti diketahui, Gatot akan memasuki masa pensiun pada Maret 2018. Menjelang pensiun ini, Jokowi memiliki hak preogratif untuk memilih pengganti orang nomor satu di TNI itu. Nantinya, Jokowi akan mengajukan nama calon pengganti panglima TNI ke DPR untuk disahkan.

Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari mengatakan, pihaknya hingga semalam belum menerima usulan nama dari Presiden siapa pengganti Gatot. Pihaknya masih menunggu dan nantinya akan melakukan penilaian siapa yang dianggap cocok menjadi panglima. "Suratnya belum ada, nanti kalau sudah ada akan kita nilai sesuai mekanisme yang ada," ujar Abdul Kharis kepada Rakyat Merdeka.

Politisi PKS ini juga menegaskan tidak ada polemik di DPR soal siapa yang bakal menjadi panglima. Pihaknya tetap objektif menilai siapa kandidat diusulkan Presiden. "Tenang-tenang saja, kita tinggal tunggu usulan saja," pungkasnya.

Seperti diketahui, sesuai UU TNI, calon Panglima TNI adalah perwira tinggi TNI yang pernah menduduki jabatan kepala staf. Artinya ada tiga calon saat ini yakni KSAD Jenderal Mulyono, KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto dan KSAL Laksamana Ade Supandi.

Pengamat militer Mardigu Wosiek Prasetiyo menilai, dari tiga kandidat yang ada secara individu semuanya adalah jenderal terbaik di bidangnya, dan tidak perlu diragukan lagi soal kredibilitasnya memimpin. Namun, ada faktor lain berupa efektifitas yang membuatnya menyarankan agar Jokowi mempertimbangkan faktor masa bakti dari ketiga kandidat ini. Menurutnya, jangka waktu masa bakti terpanjang ada di KSAU. Marsekal Madya Hadi Tjahjanto, merupakan lulusan 1986.

"Paling panjang itu KSAU. Lainnya, sama-sama lulusan 1983 dan tahun depan juga masuk masa pensiun. Daripada ganti-ganti panglima lagi, sebaiknya diberikan kepada yang masih lama pensiun," ujar Mardigu kepada Rakyat Merdeka.

Mardigu mengatakan, Indonesia akan sibuk secara politik di tahun 2018 dan 2019. Diperlukan formasi kepengurusan yang mantap dan tidak berubah-ubah jika ingin efektif melakukan pengamanan negara. Pasalnya, jika panglima berganti, tentu akan ada pergantian jajaran staf. "Enam bulan ganti lagi ngga efektif. Jadi, panglima harus panjang, Kapolri juga. Kita fokus menyusun pengamanan meskipun semua memang keputusan presiden. Mau pilih yang mana," pungkasnya. ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya