Berita

Jokowi-Gatot/net

Pertahanan

Panglima Gatot: Presiden Enggak Perlu Diajari Pilih Pembantunya

KAMIS, 30 NOVEMBER 2017 | 05:01 WIB | LAPORAN:

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Joko Widodo terkait pengganti dirinya dalam memimpin institusi TNI ke depan.

"Kalau orang yang tahu aturan dan etikanya bahwa itu hak prerogratif Presiden. Presiden lebih tahu, Presiden perlu pembantu, pembantu Panglima TNI," ujar Gatot kepada para wartawan di Bandung, Rabu (29/11).

Gatot yakin siapapun yang dipilih Presiden Jokwi nanti tentu yang terbaik dan sesuai dengan ancaman dan tantangan tugas ke depan. Gatot menekankan, panglima TNI pilihan Presiden dipastikan pernah menjabat kepala staf angkatan.


"Yang jelas, Panglima TNI baru sudah tahu visi misi TNI, bukan Gatot. Itu tercatat semuanya. Presiden enggak usah diajari itu sudah jalan," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sebelumnya menyatakan sudah banyak menerima masukan nama calon pengganti Panglima TNI yang akan pensiun pada Maret 2018 itu. Menurut Presiden, hal itu akan ditempuh melalui mekanisme penggantian yang berlaku.

Kandidat Panglima TNI sesuai tradisinya disyaratkan harus berpangkat bintang empat dan pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan. Saat ini tercatat Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) adalah Marsekal Hadi Tjahjanto, kemudian Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yakni Jenderal Mulyono, lalu Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) yaitu Laksamana Ade Supandi. [san]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya