Berita

Ginandjar Kartasasmita/Net

Wawancara

WAWANCARA

Ginandjar Kartasasmita: Munaslub Harus Lahirkan Golkar Bersih, Berwibawa & Dipercaya Seluruh Rakyat

RABU, 29 NOVEMBER 2017 | 10:42 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Politisi Senior Partai Golkar, Ginandjar Kartasasmita menyampaikan pandangannya terkait kepemimpinan di tubuh Partai Golkar saat ini.

 Setelah melakukan serang­kaian pembicaraan dengan para senior Partai Golkar lainnya dan tanpa bermaksud mengatasna­makan mereka, politisi senior ini menangkap rasa keperihati­nan dan kesamaan pandangan di kalangan para senior men­genai kondisi Golkar saat ini. Berikut pandangan Ginanjar Kartasasmita;

Bagaimana Anda melihat krisis di Golkar saat ini?

Krisis kepemimpinan Golkar saat ini harus dijadikan mo­mentum untuk mengadakan reformasi total Partai Golkar melalui Munaslub (Musyawarah Nasional Luar Biasa).

Krisis kepemimpinan Golkar saat ini harus dijadikan mo­mentum untuk mengadakan reformasi total Partai Golkar melalui Munaslub (Musyawarah Nasional Luar Biasa).

Lantas untuk menstabilkan kondisi Golkar saat ini apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh Golkar?
Untuk itu diperlukan pemimpin yang reformis, dengan track record yang jelas, tidak per­nah terlibat kasus korupsi atau memakai posisi partai untuk keuntungan diri dan menjadikan partai seperti milik pribadi dan kelompok, serta mempertah­ankan penguasaan atas partai dengan cara apapun termasuk membungkam perbedaan penda­pat dengan pemecatan dan anca­man.

Dari sejumlah tokoh Golkar yang ada saat ini, menurut Anda siapa yang bisa mengusung agenda-agenda perubahan itu?
Untuk memimpin gerakan pembaruan total itu harus dipilih sebagai Ketua Umum Golkar tokoh yang tepat, dan yang paling dapat diterima oleh masyarakat Golkar yaitu Airlangga Hartarto.

Sudah menjadi hal umum, hajatan munas untuk memilih pimpinan partai kerap dihu­jani politik uang dan saat ini kekuatan pendukung Setnov masih cukup mengakar. Anda yakin bisa mengamankan Airlangga Hartato?
Untuk menghindari ganas­nya pembelian suara dalam Munaslub, tanpa mengurangi hak demokrasi, sebaiknya hanya satu calon saja yang didor­ong, sebagai hasil konsensus yang paling dapat diterima oleh para elit partai di pusat maupun daerah. Namun harus dihindari deal atau kompromi untuk men­gakomodasi tetap bertahannya orang-orang yang selama ini menjadi penyebab atau memiliki andil dalam proses pembang­krutan nilai-nilai moral dan perusakan tatanan organisasi partai. Munaslub ini harus melahirkan tekad dan seman­gat baru dalam Golkar untuk menjadi partai yang bersih, berwibawa dan dipercaya oleh rakyat Indonesia. ***

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya