Berita

Mohammed Yusuf/Net

Dunia

Rumah Pendiri Boko Haram Mau Dijadikan Museum Demi Dorong Pariwisata

RABU, 29 NOVEMBER 2017 | 09:55 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Rumah pendiri kelompok militan Boko Haram di Nigeria akan diubah menjadi museum. Langkah ini diambil dengan harapan dapat mendongkrak pariwisata negara tersebut.

Pendiri Boko Haram sendiri adalah Mohammed Yusuf. Ia memulai kelompok ini pada tahun 2002, dengan fokus pada menentang pendidikan Barat.

Ia meluncurkan operasi militer dalam upaya menciptakan sebuah negara Islam. Operasi yang dipimpinnya berlangsung selama tujuh tahun hingga di tahun 2009 ia tewas terbunuh dalam tahanan polisi.


Sejak saat itu, kelompok tersebut, yang secara resmi disebut Jama'atu Ahlis Sunna Lidda'awati wal-Jihad, yang berarti "Orang-orang yang Berkomitmen untuk Perbanyakan Ajaran dan Jihad Nabi", telah menyebar ke negara-negara tetangga.

Namun, pemerintah Nigeria mengatakan bahwa mereka memenangkan perang melawan kelompok tersebut, dan tampaknya pejabat di negara bagian Borno, salah satu daerah yang terkena dampak terburuk, melihat ke masa depan.

Mohammed Bulama, komisaris negara bagian Borno untuk urusan rumah, informasi dan budaya, mengatakan kepada wartawan bahwa rumah di Maiduguri akan menjadi museum di mana semua hal yang telah terjadi sehubungan dengan pemberontakan akan diarsipkan.

"Kami ingin mendokumentasikan dan mengarsipkan semua yang telah terjadi sehingga generasi penerus kami bisa mendapatkan informasi dari tangan pertama," katanya, menurut News Agency of Nigeria sepetri dimuat ulang BBC.

Selain itu, negara Borno juga mempertimbangkan rencana untuk mengubah hutan Sambisa, yakni basis kelompok menjadi pusat wisata.

"Apa yang ingin kita lakukan saat stabilitas tercapai sepenuhnya adalah mengubah hutan menjadi pusat wisata untuk menunjukkan kepada dunia apa yang telah terjadi," katanya.

Namun para kritikus mengatakan rencana tersebut mengancam pendiri immortalising Mohammed Yusuf.

Sekitar 20.000 orang terbunuh dalam pemberontakan delapan tahun Boko Haram, dengan puluhan orang masih sekarat dalam serangan mematikan secara reguler. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya