Berita

Pertahanan

Polisi Belum Pastikan Nurul Hadi Anggota ISIS

SELASA, 28 NOVEMBER 2017 | 19:49 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Polisi mengatakan, Nurul Hadi, warga Indonesia yang berniat terbang ke Marawi, Filipina, diduga untuk bergabung dengan kelompol ISIS, sempat berpamitan kepada keluarganya untuk berjihad.

"Iya, sebelum pergi dia sempat titipkan keluarganya. dia mau berjihad," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, di kantornya, Jakarta, Selasa (28/11).

Polri belum dapat memastikan Nurul  terkait dengan kelompok ISIS atau hanya simpatisan. Dikatakan Setyo, kemungkinan itu masih diselidiki oleh Densus 88 Anti Teror Polri.


"Tapi belum bisa memastikan apakah dia anggota atau hanya simpatisan ISIS," ucap Setyo.

Selain, kepolisian juga menelusiri sumber dana atau pihak yang mensponsori Nurul untuk terbang ke daerah konflik Marawi.

"Apakah dia punya supporting agent atau dia mengumpulkan duit sendiri terus dia berangkat sendiri," ucap Setyo.

Saat ini Nurul masih diperiksa di Markas Polda Kalimantan Barat. Sesuai UU, Polri masih memilki waktu tujuh hari untuk memastikan Nurul bagian dari jaringan teroris atau bukan.
 
Kemarin (Senin, 27/11), Tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri menggagalkan upaya keberangkatan Nurul Hadi di ruang tunggu keberangkatan internasional Bandara Supadio, Pontianak. Ia hendak bertolak ke Bandara Internasional Kuching, Malaysia, menggunakan pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan AK-1029. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya