Penduduk serta sesepuh sebuah desa di Semenanjung Sinai Mesir dimana gerilyawan menewaskan 305 orang di sebuah masjid telah diperingatkan oleh petinggi kelompok militan ISIS untuk berhenti berkolaborasi dengan pasukan keamanan dan untuk menangguhkan ritual yang terkait dengan gerakan sufi Islam.
Merujuk pada keterangan masyarakat dan dan sumber lainnya, dirangkup Associated Press.
Peringatan terakhir datang sekitar seminggu lalu, mereka kepada warga desa di Al-Rawdah agar tidak mengadakan ritual sufi pada 29-30 November untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Organisasi lokal afiliasi kelompok ISIS di Sinai menganggap sufi sebagai bidah yang harus dibunuh. Ahmed Saqr, seorang ahli pemberontakan Sinai, mengatakan bahwa militan telah secara terbuka mengidentifikasi masjid tersebut, yang juga berfungsi sebagai pusat sufi, sebagai target bulan yang lalu.
Dia menulis pada akhir pekan kemarin di sebuah pos Facebook bahwa pemilihan masjid Al-Rawdah sebagai target menimbulkan pertanyaan tentang mereka yang membaca, menganalisis dan mempersiapkan di badan keamanan Mesir serta upaya yang dilakukan untuk mencegah insiden tersebut terjadi.
Sementara itu, Mohammed Ibrahim, seorang mahasiswa dari desa tersebut, mengatakan militan telah memperingatkan warga beberapa hari sebelum serangan Jumat untuk tidak berkolaborasi dengan pasukan keamanan. Peringatan tersebut menyusul penahanan tiga pekan lalu oleh penduduk desa dari tiga tersangka militan yang diserahkan ke pasukan keamanan.
Militan juga membagikan selebaran beberapa kali untuk meminta penduduk desa agar tidak bekerja sama dengan pasukan keamanan dan untuk meninggalkan tasawuf.
Penduduk lainnya, Mohammed Darwish, mengatakan militan menyerbu rumah pemimpin suku desa Sheikh Hussein al-Jerirr dua kali tahun ini.
"Mereka mengancamnya untuk tidak mengadakan pertemuan sufi, dan pekan lalu, mereka naik sepeda motor dan meminta warga untuk tidak ikut serta dalam ritual sufi," kata Darwish seperti dimuat Associated Press.
Diketahui bahwa pasukan militer dan keamanan Mesir melakukan kampanye keras dan mahal melawan militan di kota-kota, desa-desa dan pegunungan gurun di utara Sinai. Di seluruh negeri, ribuan orang ditangkap dalam sebuah tindakan keras terhadap tersangka kelompok Islam dan pembangkang lainnya dan kritikus pemerintah.
Pada tahun lalu, militan telah mengebom gereja-gereja di ibu kota Kairo dan kota-kota lain, menewaskan puluhan orang Kristen. Afiliasi ISIS juga diyakini berada di balik jatuhnya jjet penumpang Rusia tahun 2016 dan menewaskan 224 orang di dalamnya, yang menghancurkan sektor pariwisata vital Mesir.
[mel]