Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Akademisi Peringatkan Kemungkinan Tren Robot Seks Di Masa Depan

SENIN, 27 NOVEMBER 2017 | 12:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Di masa depan, akan ada banyak orang yang memilih menjadi "digiseksual" atau mengambil identitas seksual mereka dengan berhubungan seks dengan robot.

Sejumlah akademisi, yakni Neil McArthur dan Markie L. C. Twist, dari Universitas Manitoba, Kanada dalam laporan terbaru yang dimuat di Journal of Sexual and Relationship Therapy menulis bahwa saat ini, robot seks masih cukup primitif.

Namun tidak lama lagi, akan ada robot seks yang mampu berbicara dan bertindak sunguhan. Robot ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan seksual seseorang.


Para penulis berpendapat bahwa kita harus siap menghadapi fenomena tersebut jika menghasilkan hasil.

"Jadi tidak ada pertanyaan, bahwa sexbots (robot seks) akan datang," kata McArthur dan Twist.

"Pandangan kami adalah bahwa mereka akan mewakili jenis pengalaman seksual yang berbeda dari tawaran teknologi yang ada. Pertama-tama, orang akan membentuk koneksi yang intens dengan teman robot mereka," sambungnya.

"Robot ini akan dibuat khusus untuk memenuhi keinginan masyarakat, dan akan melakukan hal-hal yang tidak dapat atau tidak dapat dilakukan oleh pasangan manusia. Untuk alasan ini, sejumlah besar orang kemungkinan akan menggunakan robot sebagai mode utama pengalaman seksual mereka," tambahnya seperti dimuat Russia Today.

Kedua akademisi yang juga pernah membuat buku "Robot Sex: A Book for the Enlightened Sapiosexual," berpendapat bahwa kebangkitan digiseksualitas akan membawa manfaat, termasuk berpotensi menyelamatkan hubungan manusia.

Mereka juga mengatakan bahwa digiseksualitas akan memiliki dampak positif, terutama bagi orang-orang yang mengalami trauma seksual di masa lalu atau bagi mereka yang memiliki kesulitan dalam membentuk hubungan manusia.

Namun mereka memperingatkan bahwa hal itu juga akan membawa banyak kesulitan dan berpendapat bahwa dokter harus siap menghadapi digiseksualitas dan memiliki kerangka kerja bagaimana mendekati hal itu. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya