Berita

Nepal/Net

Dunia

Masih Ada Pola Pikir Patriarki Kelas Politik Di Pemilu Nepal

SENIN, 27 NOVEMBER 2017 | 09:09 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Jutaan warga Nepal menggunakan hak pilih mereka dalam pemilu putaran pertama pemilihan majelis parlemen dan provinsi akhir pekan kemarin (Minggu, 26/11). Ini adalah pemilu pertama yang digelar negara tersebut setelah satu dekade berakhirnya pemberontakan Maois

Pemilu putaran kedua dijadwalkan digelar pekan depan yakni pada tanggal 7 Desember. Pemilu tersebut diharapkan untuk mengakhiri transisi demokrasi Himalayan yang telah tertunda.

Konstitusi baru yang disahkan pada tahun 2015 menyatakan Nepal sebuah negara federal dengan tiga tingkat pemerintahan yakni federal, provinsi dan lokal. Hal ini dimaksudkan untuk mendesentralisasi kekuatan dari Kathmandu ke tujuh provinsi dan unit pemerintah daerah yang baru dibuat.


Pemilu kali ini akan memilih 275 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam sistem campuran, yakni  60 persen perwakilan dipilih melalui sistem FPTP, sedangkan sisanya 40 persen akan dipilih melalui Representasi Proporsional (PR).

Parlemen federal akan menjadi badan legislatif bikameral, dengan 259 anggota Majelis Nasional (NA) yang dipilih oleh sebuah perguruan tinggi pemilihan.

Pemilih juga akan memilih perwakilan ke tujuh majelis provinsi, untuk pertama kalinya sejak Nepal berubah menjadi republik federal dan menghapuskan monarki di tahun 2008.

Penghitungan suara akan dimulai setelah pemilu putaran kedua diakhiri pada 7 Desember. Hasil akhir mungkin tidak diketahui sampai pertengahan Desember.

Sepertiga dari kursi telah disediakan untuk wanita, di ketiga tingkat pemerintahan. Sistem PR bertujuan untuk memastikan representasi kelompok Dalit, Janajati (pribumi) dan minoritas dalam struktur pemerintahan.

Anurag Acharya, seorang analis politik yang berbasis di Kathmandu, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa ini adalah "pencapaian signifikan" bagi Nepal, terutama setelah bertahun-tahun mengalami ketidakstabilan dan perang sipil satu dekade, yakni periode 1996-2006.

Orang-orang di wilayah selatan, atau Tarai, mengeluhkan peninggalan sejarah masyarakat mereka yang kurang. Mereka mengatakan bahwa batas-batas negara baru telah ditarik untuk disukai orang-orang dari perbukitan, yang secara tradisional mendominasi politik Nepal.

Acharya mengatakan keluhan kelompok terpinggirkan seperti Madhesis (mereka yang tinggal di Tarai) dan Tharus perlu diatasi.

"Konstitusi baru adalah dokumen yang terbuka dan fleksibel dan memberi ruang untuk amandemen di masa depan," sambungnya.

Meski ada reservasi untuk wanita dan kelompok terpinggirkan, politisi enggan memberi tiket kepada mereka.

"Perempuan tidak diincar dalam pemilihan langsung, ini mencerminkan pola pikir patriarki kelas politik," kata Acharya.

"Hal serupa terjadi pada Dalits dan Janajatis, yang terpinggirkan hanya melalui daftar PR," katanya.

Dia mengatakan, bagaimanapun, bahwa proses kepemimpinan politik inklusif telah dimulai dari pemilihan lokal yang dilakukan dalam tiga tahap antara bulan Mei dan September tahun ini. [mel]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya