Orangtua siswa berkumpul di depan TK RYB Xintiandi/CNN
. Saham sekolah RYB Education anjlok hampir 40 persen pada pekan lalu di New York Stock Exchange. Perusahaan tersebut mengumumkan rencana untuk membeli kembali saham senilai 50 juta dolar AS dalam sebuah panggilan dengan investor.
Perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan itu beroperasi di sekitar 300 kota di China dan mengelola sekitar 1.300 pusat penitipan anak dan 500 taman kanak-kanak.
Anjloknya saham tersebut disebabkan oleh insiden di mana digaan penganiayaan dan pelecehan terjadi di salah satu cabang sekolah RYB Education di Beijing yakni Taman Kanak-kanak (TK) RYB Xintiandi.
Seorang guru di TK tersebut diamankan karena diduga menganiaya murid-murid di sekolah. Guru wanita tersebut berusia 22 tahun dan bermarga Liu. Ia merupakan salah satu staf pengajar di TK RYB Xintiandi. Ia diduga telah melakukan pembiusan dan penyiksaan kepada anak-anak di sekolah itu.
Insiden yang memicu kemarahan publik itu mencuat sejak pekan lalu ketika banyak orang tua curiga pihak sekolah RYB Xintiandi telah membius dan menganiaya anak-anak mereka.
Menurut salah satu orang tua, dalam sebuah video yang diposting di Weibo, setidaknya delapan orang tua mengatakan kepada polisi bahwa anak-anak mereka telah menjadi korban pelecehan dan penganiayaan saat sekolah sekolah tersebut.
Video itu dilihat jutaan kali sebelum dihapus dari Weibo.
Ibu yang tidak dikenal tersebut mengatakan kepada wartawan bahwa putrinya yang berusia 3 tahun mengatakan bahwa dia disuntik dengan cairan cokelat oleh seorang guru dan dipaksa untuk melepas baju bersama dengan anak-anak lain sebelum diperiksa oleh pria asing pria dewasa yang telanjang.
Ibu tersebut juga mengatakan bahwa ia dan orang tua lainnya menemukan banyak tanda jarum di tubuh anak-anak mereka.
Ia dan orangtua lainnya semakin geram ketika pihak sekolah dan polisi tidak mengizinkan mereka untuk melihat video dari kamera pengawas sekolah tersebut.
"Anak saya mengatakan bahwa gurunya mengatakan kepada mereka bahwa itu adalah sebuah rahasia dan mereka tidak seharusnya memberi tahu orang lain, termasuk orang tua," kata ibu tersebut seperti dimuat
CNN.
"Dia sekarang meledak menjerit di malam hari, berkata, 'Saya tidak sakit, mengapa saya harus mendapat suntikan?'"
Polisi Beijing telah melakukan tes forensik dan memperoleh cuplikan kamera pengawas dari sekolah tersebut.
[mel]