Berita

Orangtua siswa berkumpul di depan TK RYB Xintiandi/CNN

Dunia

Saham RYB Education Anjlok Pasca Dugaan Pelecehan Murid TK Di Beijing

SENIN, 27 NOVEMBER 2017 | 08:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Saham sekolah RYB Education anjlok hampir 40 persen pada pekan lalu di New York Stock Exchange. Perusahaan tersebut mengumumkan rencana untuk membeli kembali saham senilai 50 juta dolar AS dalam sebuah panggilan dengan investor.

Perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan itu beroperasi di sekitar 300 kota di China dan mengelola sekitar 1.300 pusat penitipan anak dan 500 taman kanak-kanak.

Anjloknya saham tersebut disebabkan oleh insiden di mana digaan penganiayaan dan pelecehan terjadi di salah satu cabang sekolah RYB Education di Beijing yakni Taman Kanak-kanak (TK) RYB Xintiandi.


Seorang guru di TK tersebut diamankan karena diduga menganiaya murid-murid di sekolah. Guru wanita tersebut berusia 22 tahun dan bermarga Liu. Ia merupakan salah satu staf pengajar di TK RYB Xintiandi. Ia diduga telah melakukan pembiusan dan penyiksaan kepada anak-anak di sekolah itu.

Insiden yang memicu kemarahan publik itu mencuat sejak pekan lalu ketika banyak orang tua curiga pihak sekolah RYB Xintiandi telah membius dan menganiaya anak-anak mereka.

Menurut salah satu orang tua, dalam sebuah video yang diposting di Weibo, setidaknya delapan orang tua mengatakan kepada polisi bahwa anak-anak mereka telah menjadi korban pelecehan dan penganiayaan saat sekolah sekolah tersebut.

Video itu dilihat jutaan kali sebelum dihapus dari Weibo.

Ibu yang tidak dikenal tersebut mengatakan kepada wartawan bahwa putrinya yang berusia 3 tahun mengatakan bahwa dia disuntik dengan cairan cokelat oleh seorang guru dan dipaksa untuk melepas baju bersama dengan anak-anak lain sebelum diperiksa oleh pria asing pria dewasa yang telanjang.

Ibu tersebut juga mengatakan bahwa ia dan orang tua lainnya menemukan banyak tanda jarum di tubuh anak-anak mereka.

Ia dan orangtua lainnya semakin geram ketika pihak sekolah dan polisi tidak mengizinkan mereka untuk melihat video dari kamera pengawas sekolah tersebut.

"Anak saya mengatakan bahwa gurunya mengatakan kepada mereka bahwa itu adalah sebuah rahasia dan mereka tidak seharusnya memberi tahu orang lain, termasuk orang tua," kata ibu tersebut seperti dimuat CNN.

"Dia sekarang meledak menjerit di malam hari, berkata, 'Saya tidak sakit, mengapa saya harus mendapat suntikan?'"

Polisi Beijing telah melakukan tes forensik dan memperoleh cuplikan kamera pengawas dari sekolah tersebut. [mel]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya