Berita

Novel Baswedan/Net

Hukum

Pelempar Air Keras Ke Novel Berambut Cepak

Dipamerin Ketua KPK & Kapolda
SABTU, 25 NOVEMBER 2017 | 08:55 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ketua KPK Agus Rahardjo dan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis kompak merilis sketsa dua wajah orang yang diduga pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Salah satu pelakunya diduga berambut cepak.

Sketsa dua wajah diduga pelaku penyiraman itu dirilis saat jumpa pers di gedung KPK, kemarin. Jumpa pers dilakukan seusai pertemuan tertutup antara Kapolda dan pimpinan KPK. Foto tersebut memperlihatkan salah satu pelaku berambut pendek atau cepak. Diduga, pria ini adalah pelempar air keras terhadap Novel. Dalam keterangan, pria itu disebut berusia 40 tahun dengan tinggi 170 centimeter, memiliki postur badan kekar dan warna kulit agak gelap.

Sementara, satu lagi pria dengan postur lebih ramping namun atletis. Pria ini diduga memiliki kulit terang dan ditaksir berusia 35 tahun dengan tinggi 173 centimeter. Pria ini digambarkan dengan rambut hitam agak panjang.


Idham menjelaskan, sketsa tersebut hasil kerja dari tim Australian Federal Police (AFP) dan Pusat Inafis Mabes Polri. Mereka menganalisa berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi penyiraman Novel. Menurut dia, pihaknya baru mendapatkan gambaran wajah pelaku saat ini lantaran kerja sama dengan AFP butuh waktu untuk proses administrasi. Selain itu, sketsa tersebut juga hasil keterangan para saksi. Penyidik sudah memeriksa hingga 66 saksi. "Kedua orang ini yang diduga terlibat penyiraman korban Novel Baswedan," ucap Idham.

Polisi yakin betul sketsa wajah ini adalah terduga pelaku teror terhadap Novel. Hal itu didasari atas pendapat saksi yang mengatakan sketsa itu mirip dengan penglihatannnya. 'Kalau dari hasil keterangan saksi mengatakan sudah 90 persen bahwa kedua (orang) itu diduga terlibat dalam penyerangan Saudara Novel," ujar Idham.

Dia menambahkan, pihaknya membuka hotline bagi masyarakat yang ingin menyampaikan informasi terkait wajah tersebut. Masyarakat bisa menghubungi nomor telepon 081398844474.

"24 jam ada operatornya, ada ruangannya di Polda Metro Jaya. Kami berharap bantuan masyarakat untuk memberi info kepada jajaran Polda Metro atau kepada teman-teman di KPK," kata Idham.

Dia menegaskan, pihaknya akan terus bekerja mengusut kasus itu. Bahkan, di dalam tim tersebut berisi 167 penyidik yang berasal dari Polres, Polda dan Mabes Polri.

Agus Rahardjo berharap kepolisian segera menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel. "Mudah-mudahan dengan di-share-nya ini (sketsa pelaku) tak ganggu perkembangan penyidikan selanjutnya, kami berharap pelaku dapat ditemukan dalam waktu yang tak lama lagi," ujar Agus, kemarin.

"Kami juga betul pelaku dari kejahatan itu sehingga terjadi musibah semoga bisa ditemukan dalam waktu tidak terlalu lama, mari kita berdoa untuk itu," imbuhnya.

Agus mengungkapkan, dirinya dan para pimpinan KPK lain sudah cukup lama diminta oleh Kapolda untuk melaporkan perkembangan proses penyidikan atas musibah yang menimpa Novel. Namun, lantaran waktu yang sangat sulit disesuaikan sehingga terus tertunda.

Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal seusai menjalankan salat subuh di masjid dekat kediamannya, 11 April 2017 lalu. Luka parah pada kedua mata Novel akibat siraman air keras tak cukup ditangani di Indonesia. Sejak 12 April 2017, Novel mendapatkan perawatan mata di sebuah rumah sakit di Singapura.

Kepolisian disorot publik lantaran dianggap belum mampu mengungkap kasus tersebut. Publik mengaitkan kasus tersebut dengan pengusutan kasus-kasus korupsi yang ditangani KPK. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Legislator Nasdem: Bukan Hal Sulit bagi Polri Kejar Spam Judol

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:57

Aksi Dramatis Anggota TNI Selamatkan Balita dari Cengkeraman Paman Sakau

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:45

Sempat Lolos OTT KPK, Bos PT MSA Fika Nur Alawi Resmi Pakai Rompi Oranye

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35

Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ Berdampak Positif terhadap Citra Golkar

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:10

Cak Imin Pastikan Sekolah Rakyat Sukoharjo Siap Sambut Tahun Ajaran Baru

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:07

Telkom Akses Perkuat Kompetensi SDM Digital di Daerah 3T

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:48

Aliansi Kontraktor Geruduk Sudin PRKP Jakut Gegara Dugaan Monopoli Proyek

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:41

Peresmian Kantor UN Tourism Kukuhkan Spanyol di Garda Terdepan Multilateralisme

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:30

Kejagung Endus Dugaan Keterlibatan Kolonel TNI Aktif dalam Korupsi MBG

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:25

Baru Tiga Bulan Menjabat, Dirut Pos Indonesia Mundur

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:21

Selengkapnya