Berita

Foto: Dok/Kemnaker

Menaker Rajin Tinjau BLK Untuk Genjot Peningkatan Skill Pekerja

JUMAT, 24 NOVEMBER 2017 | 20:19 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dakhiri mengunjungi Balai Latihan Kerja (BLK) yang terletak di Jalan Ramban Biak, Lenek Daya, kecamatan Akmel, kabupaten Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (24/11).

Didampingi Kepala BLK Lotim H. Sirman dan Sabar Kasubag Tata Usaha BLK Lotim, usai salat Jumat di lantai 3 BLK Lotim. Menaker selama hampir 90menit berkeliling meninjau ruang main kitchen, laundry, kelas hotel dan restoran di BLK Lotim yang berdiri di atas lahan seluas 11,7 hektar.

Menteri Hanif mengatakan langkahnya melakukan peninjauan BLK adalah dalam rangka menunaikan visi besarnya untuk meningkatkan skill pekerja Indonesia. Menaker berharap, TKI memiliki daya saing tinggi sehingga mudah memasuki pasar kerja.


Dalam perbincangannya dengan siswa di. BLK Lotim, Menteri Hanif terus memotivasi siswa  untuk selalu giat dalam mengembangkan skill.

"Terus belajar ya, tingkatkan kompetensi diri agar memiliki daya saing sehingga mudah memasuki pasar kerja" ujarnya.

Menaker menjelaskan, untuk menyerap tenaga kerja, para pencari kerja harus mau mawas diri karena dunia kerja saat ini menuntut adanya kompetensi dan sertifikasi dari BLK yang ada. Pasalnya, para pencaker yang kita punya saat ini rata-rata lulusan SD dan SMP.

“Kami menyadari, banyak anak-anak muda sekarang yang sudah sarjana. Tapi lebih banyak para tenaga kerja kita yang belum sarjana. Untuk itu, BLK sebagai sarana untuk mengembangan kompetensi harus dimaksimalkan,” kata Menaker.

Ke depan, Menaker menegaskan pihaknya akan terus koordinasi dengan pemerintah daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten kota akan terus ditingkatkan. Hal ini, untuk memastikan agar peran BLK dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja benar-benar bisa berjalan dengan baik.

"Anak-anak yang lulus SMA ini belum punya keterampilan, jadi mereka harus masuk ke BLK. Karena kebutuhan seperti itu maka, akses masyarakat terutama mereka yang berpendidikan SMA ke bawah ini untuk bisa masuk ke BLK ini harus lebih baik," ujar Menaker.

Menaker menyempatkan dialog dengan siswa BLK di main kitchen room ketika melihat siswa selesai membuat roti seraya mencicipi roti tersebut. Dalam perbincangan, Menaker memuji roti hasil buatan calon tenaga kerja tersebut.

"Enak sekali rasanya, tapi saya tidak mau makan terlalu banyak. Nanti malah tidak bisa makan siang, " kata Menaker. Saat kunjungan waktu menunjukkan jam 13.00 wita.

Sementara Sirman mengatakan gedung BLK Lotim seluas 3 hektar lebih, di atas yang lahan seluas 11,7 hektar. Setelah efektif resmi berdiri secara kelembagaan sejak Oktober 2015, dengan jumlah SDM awal 10 orang tenaga administrasi,12 instruktur. Kapasitas asrama BLK Lotim sebanyak 450 siswa.

Sirman yang juga Mantan Kepala Dinas Sosnakertrans NTB ini mengatakan saat ini di BLK Lotim yang sedang berkelas total sebanyak 364 siswa. Jumlah tersebut terdiri dari jurusan housekeeping sebanyak 55 siswa, guide (37), bakery (37), waiter (132) dan cooking (103).

Selama dua tahun berdiri, BLK Lotim di angkatan pertama sebanyak 1.257 siswa mengikuti PBK pariwisata tahun anggaran 2017. "Sebanyak 628 siswa mengikuti program kapal pesiar dan 629 program perhotelan, " kata Sirman.

Menurut Sirman, siswa program kapal pesiar dilatih oleh instruktur kapal pesiar Royal Caribbean  Cruises Ltd dan setelah lulus langsung dipekerjakan. Sedangkan perhotelan kami telah memiliki kerjasama HRD seluruh hotel di NTB dalam sebuah Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Industri Daerah (FKLPID).

"Untuk PBK 2018, kami targetkan 640 kapal pesiar dan 560 perhotelan. Jadi total selama dua angkatan (1257 dan 1200) sebanyak 2457 siswa, " kata Sirman. [wid]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya