Berita

RJ Lino/net

Hukum

Setelah Novanto, Kini Saatnya KPK Tahan RJ Lino!

KAMIS, 23 NOVEMBER 2017 | 12:36 WIB | LAPORAN:

Setelah sukses bekerjasama memburu tersangka korupsi Setya Novanto, kini giliran KPK-Polri membuktikan kemampuannya untuk menuntaskan kasus korupsi yang diduga melibatkan mantan Dirut Pelindo II RJ Lino.

Demikian disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane kepada redaksi, Kamis (23/11).

Dalam catatan IPW, kata Neta, RJ Lino terlibat dua kasus, kasus yang ditangani Bareskrim Polri dan ditangani KPK. Di KPK, RJ Lino sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak dua tahun lalu. RJ Lino jadi tersangka dalam kasus korupsi pengadaan Quay Container Crane Tahun 2010.


"Namun anehnya, kasusnya mengendap hingga kini. Baik Bareskrim maupun KPK seperti menyimpan kasus Lino di dalam peti es. RJ Lino seakan tak tersentuh. Sepertinya KPK lebih berani kepada Ketua DPR Setya Novanto ketimbang RJ Lino," kata Neta.

Terbukti, belum lama menjadi tersangka Novanto sudah diburu dan kemudian ditahan. Sebaliknya RJ Lino meski sudah dua tahun jadi tersangka, seakan KPK tidak berani menyentuhnya, apalagi menahannya seperti Setya Novanto.
"Tampaknya RJ Lino lebih kuat dari Novanto. Terbukti, walau punya dua kasus, di KPK dan Bareskrim tapi Lino tetap aman aman saja," tegas Neta.

Untuk itu, sikap tegas KPK terhadap Novanto ini juga harus ditunjukkan kepada RJ Lino. Sehingga KPK tidak dituding tebang pilih dalam menangani kasus kasus korupsi. KPK harus membuktikan bahwa RJ Lino tidak kebal hukum dan kasusnya harus segera dilanjutkan.

"Begitu juga dengan Bareskrim Polri, jika kasus Lino tidak bisa dilanjutkan sebaiknya di SP3 saja agar ada kepastian hukum dan tidak muncul kesan bahwa Bareskrim takut terhadap Lino hingga kasusnya diendapkan," ungkap Neta.

IPW berharap, keberhasilan KPK-Polri membangun soliditas dalam memburu Setya Novanto harus dilanjutkan dan ditunjukkan kedua lembaga itu untuk menuntaskan kasus korupsi yang diduga melibatkan RJ Lino. Sehingga tidak ada kesan bahwa KPK-Polri lebih takut pada Lino ketimbang pada Setya Novanto. [san]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Legislator Nasdem: Bukan Hal Sulit bagi Polri Kejar Spam Judol

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:57

Aksi Dramatis Anggota TNI Selamatkan Balita dari Cengkeraman Paman Sakau

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:45

Sempat Lolos OTT KPK, Bos PT MSA Fika Nur Alawi Resmi Pakai Rompi Oranye

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35

Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ Berdampak Positif terhadap Citra Golkar

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:10

Cak Imin Pastikan Sekolah Rakyat Sukoharjo Siap Sambut Tahun Ajaran Baru

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:07

Telkom Akses Perkuat Kompetensi SDM Digital di Daerah 3T

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:48

Aliansi Kontraktor Geruduk Sudin PRKP Jakut Gegara Dugaan Monopoli Proyek

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:41

Peresmian Kantor UN Tourism Kukuhkan Spanyol di Garda Terdepan Multilateralisme

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:30

Kejagung Endus Dugaan Keterlibatan Kolonel TNI Aktif dalam Korupsi MBG

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:25

Baru Tiga Bulan Menjabat, Dirut Pos Indonesia Mundur

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:21

Selengkapnya