Ketua DPR yang kini menjadi tersangka korupsi e-KTP Setya Novanto dinilai wajar meminta perlindungan ke Presiden Joko Widodo.
Pasalnya, menurut Ketua DPR Fahri Hamzah, Novanto telah banyak membantu Presiden Jokowi dalam menjalankan kebijakannya.
"Misalnya tax amnesty, bayangkan negara banyak diuntungkan dengan tax amnesty. Pemilu, diberesin sama Golkar," ujar Fahri seperti keterangan yang diterima redaksi.
"Kami sampai di rapim (rapat pimpinan) terpengaruh juga dan Pak Novanto punya kemauan, dan itu pesan dari Presiden, kemudian Undang-Undang Ormas," sambungnya.
Selain itu, sambung Fahri, setiap memimpin rapat Badan Musyawarah (Bamus) bersama semua fraksi, Novanto juga selalu menyampaikan pesan mendukung kinerja pemerintah.
Hal itu menyebabkan pimpinan DPR lainnya terpengaruh dengan posisi Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar yang merupakan partai pendukung pemerintah.
"Nadanya kalau dipimpin Pak Novanto ini selalu bilang, 'Karena ini pesan dari Pak Jokowi.' Jadi, yang lain juga ikut saja," tandasnya.
Sebagai informasi,Novanto sebelumnya mengatakan, dirinya mengajukan surat perlindungan kepada Presiden Joko Widodo. Hal tersebut disampaikan Novanto saat keluar dari gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan awal oleh KPK, Senin (20/11).
Tidak hanya kepada Presiden, Novanto juga mengajukan perlindungan kepada pimpinan lembaga penegak hukum.
[mel]